Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Tips Ampuh Mudah Atasi Ketegangan Leher yang Sering Kambuh
ilustrasi sakit leher (pexels.com/Karolina Grabowska)
  • Ketegangan leher sering muncul akibat postur tubuh yang buruk, stres, dan kebiasaan harian seperti menatap layar terlalu lama atau posisi tidur yang tidak tepat.
  • Perbaikan postur, peregangan rutin, serta pengelolaan stres dapat membantu mengurangi rasa kaku dan nyeri pada leher secara signifikan.
  • Kualitas tidur yang baik dan kesadaran terhadap aktivitas pemicu ketegangan menjadi kunci menjaga leher tetap rileks dan produktivitas terjaga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Ketegangan pada leher adalah keluhan yang sering dianggap sepele, padahal dampaknya bisa cukup mengganggu aktivitas harian. Rasa kaku, nyeri, hingga pusing ringan kerap muncul tiba-tiba, terutama saat bekerja lama di depan layar atau setelah bangun tidur. Jika dibiarkan terus berulang, ketegangan leher bisa memengaruhi fokus, produktivitas, dan kualitas hidup secara keseluruhan.

Banyak orang hanya mengandalkan pijatan atau obat pereda nyeri tanpa mencari tahu penyebab utamanya. Padahal, ketegangan pada leher sering kali berkaitan dengan kebiasaan sehari-hari yang luput disadari. Dengan langkah yang tepat dan konsisten, masalah ini sebenarnya bisa dikurangi secara signifikan.

1. Perbaiki postur tubuh saat beraktivitas

ilustrasi bekerja (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Postur tubuh yang buruk merupakan salah satu penyebab utama ketegangan pada leher yang terjadi berulang kali. Kebiasaan menunduk saat menggunakan gawai atau membungkuk ketika bekerja di depan laptop membuat otot leher bekerja lebih keras dari seharusnya. Dalam jangka panjang, kondisi ini memicu rasa kaku dan nyeri yang sulit hilang.

Mulailah membiasakan posisi duduk yang tegak dengan bahu rileks dan kepala sejajar dengan layar. Atur tinggi layar agar tidak memaksa leher menunduk atau mendongak terlalu lama. Perubahan kecil pada postur tubuh bisa memberikan dampak besar bagi kesehatan leher.

2. Lakukan peregangan leher secara rutin

ilustrasi memegang leher (pexels.com/Picas Joe)

Otot leher membutuhkan peregangan agar tetap lentur dan tidak mudah tegang. Sayangnya, banyak orang lupa meluangkan waktu untuk sekadar menggerakkan leher di sela-sela aktivitas padat. Padahal, peregangan sederhana bisa membantu melancarkan aliran darah dan mengurangi ketegangan otot.

Luangkan waktu setiap satu hingga dua jam untuk melakukan peregangan ringan. Gerakan memutar leher, menunduk perlahan, dan memiringkan kepala dapat dilakukan tanpa alat khusus. Konsistensi dalam melakukan peregangan akan membantu mencegah ketegangan muncul kembali.

3. Kelola stres dengan lebih bijak

ilustrasi stres (pexels.com/Khwanchai Phanthong)

Stres tidak hanya berdampak pada kondisi mental, tetapi juga fisik, termasuk pada otot leher. Saat stres, tubuh cenderung menegang secara refleks tanpa disadari. Jika kondisi ini berlangsung lama, otot leher menjadi kaku dan mudah terasa nyeri.

Cobalah mengenali sumber stres dan mencari cara untuk mengelolanya dengan sehat. Teknik pernapasan dalam, meditasi, atau sekadar meluangkan waktu untuk beristirahat bisa membantu tubuh menjadi lebih rileks. Ketika pikiran lebih tenang, otot pun ikut merasakan dampaknya.

4. Perhatikan kualitas tidur dan posisi bantal

ilustrasi tidur (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Posisi tidur yang kurang tepat sering menjadi penyebab ketegangan leher saat bangun pagi. Bantal yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dapat membuat leher berada pada posisi tidak alami selama berjam-jam. Akibatnya, otot leher bekerja terus-menerus tanpa istirahat.

Pilih bantal yang mampu menopang leher dan kepala dengan seimbang. Pastikan posisi tidur tidak membuat leher tertekuk secara ekstrem. Tidur yang berkualitas akan membantu proses pemulihan otot dan mengurangi risiko ketegangan berulang.

5. Batasi aktivitas yang memicu ketegangan leher

ilustrasi begadang main HP (pexels.com/cottonbro studio)

Aktivitas tertentu, seperti menatap layar terlalu lama atau membawa tas berat di satu sisi bahu, bisa memperparah ketegangan leher. Jika dilakukan terus-menerus, otot leher akan mengalami beban yang tidak seimbang. Kondisi ini sering kali disadari setelah rasa nyeri muncul.

Mulailah lebih peka terhadap sinyal tubuh saat leher mulai terasa tidak nyaman. Istirahat sejenak, ubah posisi, atau ganti aktivitas dapat membantu mencegah nyeri semakin parah. Mengatur pola aktivitas harian adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan leher.

Ketegangan pada leher yang terjadi berulang kali bukanlah kondisi yang harus diterima begitu saja. Dengan memperbaiki kebiasaan sehari-hari, mengelola stres, dan memperhatikan postur serta kualitas tidur, masalah ini bisa diminimalkan secara bertahap. Mulailah menerapkan tips di atas secara konsisten agar leher terasa lebih ringan, nyaman, dan aktivitas harian pun kembali berjalan optimal.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team