Comscore Tracker

6 Alasan Pentingnya Zat Besi untuk Tumbuh Kembang Anak

Demi kesehatan dan tumbuh kembang anak yang optimal

Keseimbangan nutrisi sangat diperlukan agar tubuh kuat dan tak mudah terserang penyakit. Jika ditanya tentang nutrisi apa yang terpenting untuk mencapainya, jawabannya ada banyak, baik makronutrien maupun mikronutrien. Zat besi sebagai salah satu mikronutrien memiliki peran penting, lho.

Zat besi dibutuhkan tubuh setiap saat, tak terkecuali dalam menunjang tumbuh kembang anak yang optimal. Bila anak sampai kekurangan zat besi, kemungkinan pertumbuhan dan perkembangannya akan mengalami gangguan, baik fisik maupun mental.

Itulah yang disampaikan oleh dr. Nurul Ratna Mutu Manikam, M. Gizi, Sp.GK dan Anna Surti Ariani, S.Psi, M.Si, Psikolog sebagai narasumber webinar yang diselenggarakan Danone pada 17 Desember 2020. 

Penasaran dengan berbagai manfaat penting zat besi untuk tumbuh kembang dan anak dan risikonya bila sampai mengalami defisiensi? Simak ulasannya berikut ini.

1. Zat besi punya andil besar terhadap ibu hamil dan kelahiran

6 Alasan Pentingnya Zat Besi untuk Tumbuh Kembang Anakkidstarnutrients.com

Masih banyak orang yang kurang paham akan pentingnya peran zat besi bagi kesehatan tubuh. Dalam penjelasannya, dr. Nurul mengatakan bahwa pemenuhan zat besi pada ibu hamil dapat mencegah anemia, yang mana ini umum terjadi pada trimester kedua dan ketiga kehamilan.

Berdasarkan hasil dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan RI, hampir separuh atau 48,9 persen ibu hamil di Indonesia mengalami anemia atau kurang darah. Jumlah tersebut meningkat bila dibandingkan dengan Riskesdas tahun 2013, yaitu sebesar 37,1 persen.

Anemia memang umum terjadi pada ibu hamil. Akan tetapi, bila anemia yang dialami parah, itu bisa meningkatkan risiko proses melahirkan yang sulit dan bayi yang dilahirkan mengalami berat badan lahir rendah. 

Seorang ibu bisa mendapatkan kelahiran prematur, pendarahan berlebih saat bersalin, hingga keluhan pada jantung karena pembesaran otot jantung,” tambah dr. Nurul.

2. Anak-anak juga berisiko mengalami defisiensi zat besi

6 Alasan Pentingnya Zat Besi untuk Tumbuh Kembang Anakmedicalnewstoday.com

Selain anemia, kekurangan zat besi juga ditunjukkan dengan ciri mudah lelah dan pusing, pucat serta, gangguan makan pika (kebiasaan memakan benda-benda yang tidak lazim dimakan, seperti tanah atau serpihan tembok). Fenomena ini bisa dialami oleh anak-anak di masa pertumbuhan.

Lebih jauh, dr. Nurul mengatakan bahwa dampak buruk defisiensi zat besi pada anak bisa dibagi menjadi dua, yaitu jangka pendek dan jangka panjang.

Kekurangan zat besi dalam jangka pendek bisa menyebabkan anak mengalami penurunan kecerdasan, fungsi otak (atensi, pendengaran, dan visual), serta fungsi motorik. Sementara itu, dampak tak tercukupinya zat besi dalam jangka waktu lama meliputi menurunnya performa di sekolah, kurang tanggap lingkungan perilaku, hingga menyebabkan perubahan atensi, sosial, dan perilaku.

Baca Juga: 5 Fakta Hemokromatosis, Kondisi saat Tubuh Kelebihan Zat Besi

3. Umumnya kekurangan mineral zat besi pada anak-anak dikarenakan pola makan mereka

6 Alasan Pentingnya Zat Besi untuk Tumbuh Kembang Anakfamilydoctor.org

Defisiensi zat besi pada anak-anak paling rawan terjadi pada usia 6 bulan sampai 3 tahun. Penyebabnya adalah pada masa itu, kebutuhan zat besi mereka sedang pada puncaknya karena pertumbuhan yang cepat, tetapi tidak diimbangi dengan konsumsi makanan kaya akan zat besi. 

Diperkirakan dari 47 persen anak-anak yang mengalami anemia, 50 hingga 60 persennya datang dari kurangnya nutrisi zat besi ini,” tambah dr. Nurul.

Adapun makanan yang mengandung zat besi kebanyakan datang dari produk hewani, seperti hati sapi atau ayam, daging merah, kuning telur, daging unggas, ikan, udang, tiram, kacang-kacangan, sayuran hijau, dan biji-bijian.

Selain itu, dr. Nurul juga mengingatkan pentingnya agar anak-anak mendapatkan bahan makanan sumber zat besi tinggi dalam jumlah cukup.

Pemberian suplemen bisa membantu, tapi perlu disesuaikan dengan indikasi yang tertera. Jika tidak, efek yang terjadi bisa sebaliknya.”

4. Defisiensi zat besi bisa berpengaruh pula pada perkembangan mental anak

6 Alasan Pentingnya Zat Besi untuk Tumbuh Kembang Anakfirstfiveyears.org.au

Selain dari segi fisik, ternyata zat besi juga memengaruhi mental sang buah hati. Psikolog Anna menerangkan akan efek tersebut, yang mana sempat disinggung sebelumnya oleh dr. Nurul, yaitu mendukung perkembangan perilaku dan emosi.

Secara langsung, defisiensi mineral tersebut akan membuat anak susah tidur dan ini membuatnya mudah marah serta berisiko lebih besar mengalami gangguan mental,” ujar Anna.

5. Penting dan akan jauh lebih baik lagi jika sang anak juga mendapatkan stimulan yang tepat

6 Alasan Pentingnya Zat Besi untuk Tumbuh Kembang AnakDok. Danone

Orang tua harus memperhatikan kecukupan asupan zat besi demi tumbuh kembang anak yang optimal. Namun, Anna turut mengingatkan orang tua untuk tidak lupa menstimulasi hal lain seperti rangsangan anak untuk berpikir cepat, tumbuh tinggi, percaya diri, aktif bersosialisasi, serta tangguh.

Berikut ini yang bisa dilakukan:

  • Stimulasi berpikir cepat: ajari anak bicara dengan lebih jelas, perbanyak kosakata dengan baca buku dan mengobrol, dan ajak mereka bermain teka-teki
  • Stimulasi tumbuh tinggi: pastikan gizi mereka tercukupi, lalu berikan ruang aman untuk bergerak dan perbanyak kesempatan beraktivitas fisik
  • Stimulasi percaya diri: coba beri kesempatan anak memilih, beri pujian untuk perilaku baik, dan beri kesempatan melatih merawat diri sendiri tanpa bantuan
  • Stimulasi aktif bersosialisasi: gunakan bahasa utama dalam keseharian saat berkomunikasi dengan anak. Lalu, dengarkan dan beri respons positif saat anak berinteraksi dengan orang lain. Jika bisa, ajak mereka bermain role-play 
  • Stimulasi tangguh: jangan mudah membantu anak, beri kesempatan bagi anak untuk berusaha ketika menghadapi tantangan. Lalu, sebagai orang tua, jadilah contoh pribadi yang tidak mudah menyerah dan berikan apresiasi terhadap usaha dan pencapaian anak

6. Jangan lupakan asupan vitamin!

6 Alasan Pentingnya Zat Besi untuk Tumbuh Kembang Anakparenting.firstcry.com

Bicara tentang penyerapan zat besi, asupan vitamin juga perlu diperhatikan. Salah satunya adalah vitamin C.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan di American Journal of Clinical Nutrition tahun 2010, vitamin C telah terbukti dapat meningkatkan penyerapan zat besi, yakni "menangkap" zat besi non-heme dan menyimpannya dalam bentuk yang lebih mudah diserap tubuh.

Penelitian sebelumnya yang dimuat dalam American Journal of Clinical Nutrition tahun 2000 menyatakan, konsumsi 100 mg vitamin C dengan makanan dapat meningkatkan absorpsi zat besi hingga 67 persen.

Maka dari itu, minum jus jeruk atau makanan tinggi vitamin C lainnya saat makan makanan sumber zat besi dapat meningkatkan mineral ini dalam tubuh.

Menurut laporan dalam Jurnal Penelitian Gizi dan Makanan tahun 2012, beberapa penelitian berhasil membuktikan adanya pengaruh positif dari vitamin C terhadap status zat besi. Penelitian di India menunjukkan adanya peningkatan hemoglobin yang nyata pada anak dengan anemia akibat yang konsumsi pangan nabatinya rendah vitamin C dan zat besi, setelah diberikan 200 mg vitamin C selama 60 hari.

Hal tersebut menunjukkan keberadaan pengaruh yang signifikan dari vitamin C dan zat besi pada tubuh. Tak hanya vitamin C saja, vitamin A pun dinilai punya koneksi yang kuat dengan zat besi dan berpotensi memperbaiki tubuh.

Itulah alasan pentingnya zat besi untuk tumbuh kembang anak. Pastikan juga untuk memenuhi asupan nutrisi penting lainnya, baik makronutrien maupun mikronutrien, supaya kebutuhan nutrisi hariannya senantiasa terpenuhi. Agar anak lahap dan tidak bosan, sajikan menu makan sehat dan bervariasi. Dengan begitu, kesehatan anak, baik fisik maupun mental, serta tumbuh kembangnya akan optimal.

Baca Juga: Anemia Tak Cuma Kurang Zat Besi, 7 Nutrisi Ini Bantu Pencegahannya 

Topic:

  • Abraham Herdyanto
  • Nurulia R. Fitri
  • Bayu Aditya Suryanto
  • Bayu D. Wicaksono

Berita Terkini Lainnya