Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Amankah Penderita Asam Urat Tetap Makan Daging Sapi Idul Adha?
ilustrasi daging sapi (vecteezy.com/Bigc Studio)
  • Daging sapi mengandung purin sedang dan masih bisa dikonsumsi penderita asam urat dalam porsi kecil, asal tidak berlebihan atau dikombinasikan dengan jeroan serta minuman tinggi gula atau alkohol.

  • Jeroan seperti hati, otak, dan usus memiliki kadar purin tinggi yang dapat memicu lonjakan asam urat, sehingga sebaiknya dihindari sepenuhnya oleh penderita gout saat Idul Adha.

  • Cara masak dan pola makan berperan besar; pilih metode rebus atau panggang tanpa lemak berlebih, batasi porsi 50–100 gram per hari, serta imbangi dengan air putih dan sayuran berserat.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Momen Idul Adha identik dengan melimpahnya daging sapi di meja makan. Bagi kebanyakan orang, ini adalah kesempatan yang sayang dilewatkan. Namun, bagi penderita asam urat, daging sapi kurban justru jadi dilema tersendiri, antara ingin ikut menikmati atau takut kambuh setelahnya.

Padahal, jawabannya tidak sesederhana "boleh" atau "tidak boleh" karena ada banyak faktor yang menentukan apakah tubuh kamu aman setelah mengonsumsinya. Berikut penjelasan lengkap yang perlu kamu tahu sebelum mengambil sepotong daging di piring.

1. Daging sapi mengandung purin, tapi tidak masuk kategori pantangan mutlak

ilustrasi daging sapi (vecteezy.com/Bigc Studio)

Banyak penderita asam urat langsung menghindari daging sapi begitu mendengar kata "purin," padahal tidak semua sumber purin berada di level bahaya yang sama. Daging sapi masuk dalam kategori purin sedang, sekitar 110–150 mg per 100 gram, yang artinya masih bisa dikonsumsi dalam jumlah terbatas tanpa langsung memicu lonjakan kadar asam urat secara drastis.

Selanjutnya, yang perlu dipahami, tubuh sebenarnya memproduksi asam urat secara alami dari pemecahan sel, dan makanan hanya menyumbang sekitar 30 persen dari total purin dalam tubuh. Artinya, satu porsi kecil daging sapi bukan otomatis jadi bencana bagi sendi kamu. Nah, yang berbahaya justru ketika konsumsinya tidak terkontrol, dikombinasikan dengan jeroan, atau dimakan bersamaan dengan minuman bersoda atau alkohol yang memperlambat pembuangan asam urat lewat ginjal.

2. Jeroan sapi jauh lebih berbahaya daripada dagingnya

ilustrasi jeroan (vecteezy.com/Bigc Studio)

Kalau daging sapi masih dalam batas aman dikonsumsi secukupnya, jeroan adalah cerita yang berbeda. Hati sapi mengandung purin hingga 233 mg per 100 gram, sementara otak sapi bisa mencapai 195 mg, dan usus serta babat tidak jauh berbeda angkanya. Satu porsi kecil jeroan sudah cukup untuk mendorong kadar asam urat melampaui ambang batas yang aman bagi penderita gout.

Masalahnya, jeroan sering diolah bersama daging dalam hidangan seperti soto atau gulai campur, sehingga tanpa sadar kamu sudah mengonsumsi dua sumber purin sekaligus dalam satu sajian. Jika kamu punya riwayat asam urat, lebih baik benar-benar melewatkan bagian ini, bukan sekadar mengurangi porsinya, karena risikonya tidak sebanding dengan nikmatnya sesaat.

3. Cara memasak daging kurban ternyata ikut menentukan respons tubuh

ilustrasi masak daging (vecteezy.com/Srinrat Wuttichaikitcharoen)

Metode pengolahan daging punya pengaruh langsung pada seberapa berat kerja ginjal dalam memproses sisa metabolisme purin. Daging yang direbus, dikukus, atau dipanggang tanpa tambahan lemak berlebih jauh lebih ramah bagi penderita asam urat dibanding daging yang dimasak dengan santan kental seperti rendang atau gulai.

Santan dan lemak jenuh dalam jumlah besar memperburuk peradangan di sendi karena meningkatkan kadar trigliserida dalam darah, yang secara tidak langsung menghambat ekskresi asam urat melalui urine. Satu studi dalam jurnal Arthritis & Rheumatology menunjukkan bahwa pola makan tinggi lemak jenuh memperparah gejala gout lebih cepat dibanding konsumsi purin itu sendiri. Jadi, cara masak bukan sekadar soal selera, tapi benar-benar berpengaruh pada kondisi kesehatan sendi kamu.

4. Porsi maksimal 50–100 gram daging per hari bukan angka sembarangan

ilustrasi sate sapi (vecteezy.com/Otna Vicky)

Rekomendasi 50–100 gram daging sapi per hari untuk penderita asam urat bukan sekadar angka konservatif yang dibuat-buat. Angka ini muncul dari perhitungan bahwa tubuh penderita gout rata-rata memiliki kemampuan ekskresi asam urat yang lebih rendah dari normal, sehingga kelebihan purin sedikit saja sudah bisa memicu akumulasi kristal urat di sendi.

Sebagai gambaran, 100 gram daging sapi kira-kira setara dengan sepotong daging sebesar telapak tangan tanpa tulang. Di momen kurban, godaan untuk mengambil lebih dari itu sangat nyata, apalagi ketika hidangan sudah tersaji lengkap di atas meja. Membatasi porsi bukan berarti tidak boleh menikmati momen Idul Adha, tapi soal memberi tubuh waktu yang cukup untuk memproses apa yang masuk tanpa menumpuk beban berlebih pada ginjal.

5. Air putih dan sayuran bukan sekadar pelengkap, tapi bagian dari perlindungan sendi

ilustrasi air putih (vecteezy.com/ Sakuna Thongkum)

Ginjal adalah organ utama yang bertugas membuang asam urat dari tubuh lewat urine. Ketika konsumsi purin meningkat, ginjal butuh lebih banyak cairan untuk bekerja optimal. Kekurangan cairan membuat asam urat lebih mudah mengendap dan membentuk kristal di sendi, yang itulah yang menyebabkan rasa nyeri seperti ditusuk jarum pada penderita gout.

Minum minimal 2–3 liter air putih di hari konsumsi daging kurban bukan anjuran yang berlebihan, tapi memang dibutuhkan tubuh secara fisiologis. Selain itu, sayuran berserat tinggi seperti brokoli, wortel, dan bayam membantu memperlambat penyerapan purin di usus sekaligus mendukung kerja ginjal. Buah-buahan seperti ceri dan stroberi bahkan terbukti dalam beberapa penelitian mampu menurunkan kadar asam urat secara alami karena kandungan anthocyanin-nya yang bersifat antiinflamasi.

Menikmati daging sapi kurban bukan sesuatu yang harus sepenuhnya dihindari oleh penderita asam urat, selama porsi, cara masak, dan pilihan potongannya benar-benar diperhatikan. Tubuh punya batas toleransi yang berbeda-beda, dan memahami batas itu justru yang membuat kamu bisa tetap ikut merayakan momen Idul Adha tanpa harus menanggung nyeri sendi di hari berikutnya. Jadi, sudah tahu batasmu sampai mana?

Referensi

"Foods to Avoid if You Have Gout" Josuha Harris. Diakses pada Mei 2026.

"Gout diet: What's allowed, what's not." Mayo Clinic. Diakses pada Mei 2026.

"Gout Low-Purine Diet. " Cleveland Clinic. Diakses pada Mei 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team