TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Karbohidrat dan Gula Tetap Harus Dikonsumsi saat Diet, Kenapa?

Asupan karbohidrat kompleks sangat disarankan saat diet

ilustrasi oat (unsplash.com/Jocelyn Morales)

Saat melakukan program diet untuk mendapatkan berat badan ideal, banyak yang berpikir bahwa karbohidrat dan gula menjadi musuh utama. Ada anggapan bahwa mengonsumsi karbohidrat bisa membuat berat badan lebih cepat naik.

Namun, anggapan ini kurang tepat. Siavash Nadim, personal coach dan pakar kebugaran, menyatakan bahwa karbohidrat dan gula wajib dikonsumsi dalam menjalani proses diet. Mengonsumsi karbohidrat dengan menu dan jadwal yang tepat ternyata tetap bisa membantu menurunkan berat badan.

1. Karbohidrat kompleks jadi pilihan untuk program diet

ilustrasi roti gandum (freepik.com/onlyyouqj)

Diet karbohidrat bukan berarti tidak mengonsumsi karbohidrat sama sekali. Saat melakukan diet karbohidrat, kita tetap harus mengonsumsi sumber makanan dan minuman yang mengandung karbohidrat, tetapi dengan porsi yang lebih sedikit.

Karbohidrat berfungsi sebagai sumber energi bagi tubuh dalam menjalankan berbagai fungsi dan melakukan beragam aktivitas.

Karbohidrat kompleks menjadi pilihan yang tepat untuk orang yang sedang diet karbohidrat. Jenis karbohidrat ini mengandung serat yang lebih tinggi dan lebih lambat dicerna oleh tubuh. Ini akan memberikan rasa kenyang yang lebih lama dan menjaga tingkat gula darah lebih baik.

"Beberapa contoh makanan yang mengandung karbohidrat kompleks adalah roti gandum utuh, beras merah, oatmeal, kentang, brokoli, apel, pisang, kacang almon, dan yogurt rendah lemak" kata Siavash dalam sebuah rilis.

Baca Juga: 6 Cara Melakukan Clean Eating, Utamakan Bahan Alami

2. Gunakan strategi "cheat meal" untuk memperlancar diet

ilustrasi cheat meal (pixabay.com/Life-Of-Pix)

Selain memilih jenis karbohidrat kompleks, konsep "cheat meal" bisa menjadi strategi untuk membuat program diet menjadi lebih lancar. Cheat meal merupakan konsep  "berbuat curang" yang mana kamu bisa mengonsumsi makanan di luar hidangan diet yang sudah ditentukan.

Cheat meal, menurut Siavash, biasanya dijadwalkan hanya untuk satu kali dalam satu hari tertentu atau beberapa kali dalam seminggu.

"Saat cheat meal, seseorang boleh menikmati makanan favoritnya yang biasanya dihindari selama menjalani program diet atau gaya hidup sehat," ucapnya.

Tujuan dari strategi ini adalah untuk memberikan sedikit kelonggaran dan kesenangan dalam pola makan tanpa mengganggu program diet yang sudah direncanakan.

Baca Juga: 12 Sumber Karbohidrat Tinggi namun Menyehatkan, yuk Makan!

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya