ilustrasi lari (pexels.com/RUN 4 FFWPU)
Perbedaan utama antara LT1 dan LT2 terletak pada cara tubuh merespons beban latihan. LT1 berada pada fase ketika tubuh masih mampu menjaga keseimbangan metabolisme sehingga lari dapat dilakukan dalam durasi panjang tanpa penumpukan kelelahan yang signifikan. Sebaliknya, LT2 menandai kondisi ketika tubuh sudah tidak lagi mampu mempertahankan keseimbangan tersebut sehingga kelelahan meningkat lebih cepat dan hanya dapat ditoleransi dalam waktu terbatas. Perbedaan ini membuat LT1 dan LT2 tidak bisa diperlakukan sama dalam penyusunan latihan.
Dampaknya sangat besar terhadap kesehatan dan progres lari. Latihan yang terlalu sering berada di atas LT2 berisiko memicu kelelahan berlebih, pemulihan yang lambat, dan peningkatan risiko cedera. Sebaliknya, latihan yang didominasi LT1 membantu memperkuat daya tahan dasar dan menjaga tubuh tetap stabil dari hari ke hari. Memahami perbedaan ini membuat latihan lari tidak sekadar mengejar rasa capek, melainkan disusun berdasarkan kemampuan tubuh dalam menerima dan memulihkan beban secara sehat.
Memahami apa itu LT1 dan LT2 dalam lari membantu melihat latihan lari sebagai proses yang terukur, bukan sekadar dorongan untuk terus memaksa tubuh bekerja lebih keras. Pengetahuan ini memberi kesempatan bagi tubuh untuk berkembang secara bertahap tanpa mengorbankan kesehatan dan konsistensi latihan. Setelah mengetahui apa itu LT1 dan LT2 dalam lari, sudahkah kamu menyesuaikan cara berlari dengan sinyal yang sebenarnya sedang disampaikan tubuhmu?
Referensi
"Here's Everything You Need to Know About Lactate Threshold Runs". Runners World. Diakses Februari 2026.
"LT1 and LT2 Explained: The Two Running Fitness Thresholds That Define Performance". Trenara. Diakses Februari 2026.
"LT1, LT2, and the scientific basis of heart rate zones for runners". Running Writings. Diakses Februari 2026.