ilustrasi tidur (pexels.com/Niels from Slaapwijsheid.nl)
Sistem saraf yang lelah lebih sensitif terhadap perubahan gerakan dan rangsangan. Kurang tidur membuat otak lebih cepat bereaksi terhadap sinyal yang tidak seimbang sehingga mabuk perjalanan lebih mudah muncul. Itu sebabnya, orang yang kelelahan cenderung lebih cepat merasa mual dalam perjalanan.
Tidur cukup membantu sistem saraf bekerja lebih terkontrol dalam memproses sinyal dari tubuh. Respons terhadap gerakan menjadi lebih stabil sehingga gejala tidak mudah muncul. Kondisi tubuh yang siap sejak awal sering menjadi faktor penentu apakah perjalanan terasa nyaman atau justru melelahkan.
Mabuk perjalanan sebenarnya berkaitan erat dengan cara tubuh memproses sinyal gerakan, bukan sekadar kebiasaan atau sugesti. Tanpa obat, gejalanya bisa dikurangi dengan mengatur faktor-faktor yang langsung memengaruhi sistem keseimbangan dan saraf. Semoga kamu tak lagi mengalami mabuk perjalanan, ya!
Referensi
"Ask the Doctors - How can I control motion sickness naturally?". UCLA Health. Diakses Maret 2026.
"Motion sickness: How you can prevent symptoms and enjoy travel". Cultivating Health. Diakses Maret 2026.
"Motion Sickness". CDC. Diakses Maret 2026.
"Motion Sickness". Cleveland Clinic. Diakses Maret 2026.