3 Tradisi Mudik pada Era Peradaban Kuno, Pulang Kampung demi Ritual

Apa yang ada dalam pikiranmu ketika mendengar kata mudik? Tentu saja berkaitan dengan Lebaran, bukan? Namun, tahukah kamu kalau tradisi mudik ternyata tak hanya dilakukan oleh masyarakat Indonesia, melainkan juga dipraktikkan oleh bangsa peradaban kuno.
Faktanya, sejak ribuan tahun lalu, masyarakat di sejumlah wilayah sudah memiliki kebiasaan tersebut. Mereka melakukan perjalanan untuk berkumpul dengan keluarga atau mengikuti perayaan tertentu. Perjalanan tersebut biasanya dilakukan menjelang festival besar atau ritual keagamaan yang penting bagi masyarakat setempat.
Meski istilah mudik belum dikenal saat itu, praktik pulang kampung untuk merayakan hari besar sebenarnya sudah lama dilakukan manusia. Beberapa peradaban kuno bahkan memiliki tradisi perjalanan serupa yang berlangsung jauh sebelum tradisi mudik modern seperti sekarang. Kira-kira mudik versi mereka seperti apa, ya? Yuk, cari tahu jawabannya di bawah ini!
1. Mesir Kuno

Peradaban Mesir Kuno dikenal sebagai salah satu peradaban besar yang memiliki warisan sejarah dan budaya yang melimpah. Masyarakatnya mempunyai berbagai festival keagamaan yang dirayakan secara meriah setiap tahun, contohnya Beautiful Festival of the Valley atau Festival Lembah Indah. Perayaan penting ini digelar di wilayah Thebes.
Dalam festival tersebut, masyarakat melakukan perjalanan untuk mengunjungi makam leluhur sambil membawa makanan, minuman, dan bunga sebagai bentuk penghormatan. Dilansir Ancient Egypt, keluarga biasanya berkumpul di sekitar makam kerabat mereka untuk makan bersama dan merayakan festival tersebut. Tradisi ini menunjukkan bahwa kebiasaan melakukan perjalanan untuk berkumpul dengan keluarga saat perayaan sudah ada sejak masa peradaban Mesir Kuno.
2. Tiongkok kuno

Tak hanya Mesir Kuno, peradaban Tiongkok kuno juga memiliki tradisi perjalanan pulang kampung yang mirip dengan mudik. Tradisi ini berkaitan dengan perayaan Imlek yang menjadi momen penting untuk berkumpul bersama keluarga. Saat ini, perjalanan pulang tersebut dikenal dengan istilah Chunyun atau arus perjalanan besar saat Festival Musim Semi.
Mengutip dari South China Morning Post, tradisi perjalanan pulang saat tahun baru di Tiongkok diperkirakan sudah ada sejak lebih dari 2 ribu tahun lalu. Pada masa itu, perjalanan biasanya dilakukan oleh pejabat, pedagang, atau orang kaya yang mampu menempuh perjalanan jauh dengan kereta kuda atau perahu. Meski sulit dan memakan waktu lama, perjalanan tersebut tetap dilakukan demi berkumpul dengan keluarga serta merayakan tahun baru bersama.
3. Romawi Kuno

Peradaban Romawi Kuno juga memiliki festival besar yang menjadi momen berkumpul bersama keluarga. Salah satu yang paling terkenal adalah Saturnalia, perayaan untuk menghormati Dewa Pertanian, Dewa Saturnus. Festival ini biasanya berlangsung selama beberapa hari pada Desember dan dirayakan dengan berbagai kegiatan meriah.
Pada masa perayaan tersebut, aktivitas kerja dan kegiatan bisnis dihentikan sehingga masyarakat dapat menikmati waktu bersama orang terdekat. Beberapa orang bahkan kembali atau mudik ke rumah keluarga untuk merayakan festival ini dengan makan bersama dan bertukar hadiah. Dilansir History, perayaan Saturnalia dipenuhi pesta, jamuan makan, dan tradisi saling memberi hadiah yang dilakukan bersama keluarga serta teman.
Meski tidak disebut mudik secara langsung, tradisi pulang atau melakukan perjalanan untuk berkumpul dengan keluarga saat perayaan ternyata sudah dilakukan sejak masa peradaban kuno. Hal ini menunjukkan bahwa kebiasaan pulang kampung untuk merayakan hari besar bersama orang terdekat telah menjadi bagian dari budaya manusia sejak ribuan tahun lalu. Pertanyaannya, apakah kamu juga mudik tahun ini?













![[QUIZ] Dari Karakter Upin & Ipin, Ini Kucing yang Cocok Kamu Pelihara](https://image.idntimes.com/post/20230410/pexels-hazan-akoz-isik-751050-f0accad13a699adf83a6016667620d98-666ab675ce820ba8e0a284a7bd659817.jpg)




