ilustrasi pola hidup sehat (freepik.com/marymarkevich)
Selain memperhatikan makanan, gaya hidup juga berperan penting agar penderita maag tetap nyaman saat puasa. Usahakan untuk tidak langsung tidur setelah sahur karena posisi tubuh yang terlalu cepat berbaring dapat memicu naiknya asam lambung. Aktivitas ringan seperti berjalan sebentar setelah makan dapat membantu proses pencernaan lebih optimal.
Mengendalikan stres juga menjadi hal penting bagi kesehatan lambung, karena tekanan emosional dapat memicu peningkatan produksi asam lambung secara berlebihan. Selain itu, penderita maag yang ingin berpuasa perlu memastikan tubuh tetap terhidrasi dengan mencukupi kebutuhan cairan saat sahur dan berbuka. Dengan menerapkan kebiasaan sehat tersebut, penderita maag boleh puasa dengan risiko kambuh yang lebih rendah sehingga ibadah tetap dapat dijalankan dengan lebih nyaman.
Pada dasarnya, penderita maag boleh puasa selama kondisi lambung masih terkontrol dan pola makan tetap dijaga dengan baik. Kunci utamanya adalah memilih makanan yang tepat saat sahur dan berbuka, serta menghindari kebiasaan yang dapat memicu produksi asam lambung berlebihan. Dengan memahami kondisi tubuh dan menerapkan pola hidup sehat, puasa tetap dapat dijalani dengan aman tanpa memperburuk gejala maag.
Referensi
“Manfaat Puasa Terhadap Penyakit Maag.” Religion: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya. Diakses Maret 2026.
“Optimalisasi Penggunaan Obat Maag dan GERD Selama Bulan Puasa.” Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat. Diakses Maret 2026.
“Puasa Ramadhan dalam Perspektif Kesehatan: Literatur Review.” Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora. Diakses Maret 2026.
“Hubungan Kebiasaan Konsumsi dan Status Gizi dengan Kejadian GERD pada Mahasiswa Saat Puasa.” Jurnal SAGO Gizi dan Kesehatan. Diakses Maret 2026.