ilustrasi ibu menyusui (pexels.com/RDNE Stock project)
Islam memberikan keringanan bagi ibu menyusui jika puasa membahayakan diri atau bayinya. Dari sisi medis, beberapa kondisi berikut menjadi alasan rasional untuk membatalkan puasa.
1. Mengalami tanda dehidrasi berat
Tanda dehidrasi berat meliputi sangat sedikit buang air kecil, urine sangat gelap, pusing berat, dan lemah ekstrem. Karena ASI terdiri dari sekitar 80–90 persen air, dehidrasi berat dapat menurunkan volume produksinya.
Jika ibu merasa hampir pingsan atau sangat lemah, membatalkan puasa adalah langkah yang aman.
2. Produksi ASI turun drastis
Apabila bayi tampak lebih rewel dari biasanya, frekuensi buang air kecil berkurang, atau berat badan tidak naik sesuai grafik pertumbuhan, ini perlu dievaluasi. Penurunan produksi ASI yang nyata bisa menjadi tanda tubuh ibu tidak mampu mempertahankan suplai selama puasa.
3. Bayi menunjukkan tanda kurang asupan cairan
Tanda bayi kurang cairan meliputi popok basah kurang dari biasanya, mulut kering, atau tampak lesu. Dalam kondisi ini, kesehatan bayi menjadi prioritas.
4. Ibu memiliki kondisi medis tertentu
Ibu menyusui dengan anemia berat, diabetes yang tidak terkontrol, gangguan tiroid, atau berat badan sangat rendah sebaiknya berkonsultasi sebelum berpuasa. Status kesehatan ibu sangat menentukan keberhasilan menyusui.
Puasa Ramadan umumnya tidak mengubah komposisi makronutrien utama ASI, tetapi dapat memengaruhi beberapa mikronutrien jika asupan ibu tidak mencukupi. Kuncinya bukan sekadar berpuasa atau tidak, melainkan bagaimana ibu mengelola nutrisi, hidrasi, dan kondisi fisiknya.
Jika merasa ragu atau mengalami gejala yang mengganggu, konsultasi dengan dokter atau konselor laktasi adalah langkah paling bijak. Menyusui adalah perjalanan biologis sekaligus emosional, dan kesehatan ibu serta bayi tetap menjadi prioritas.
Referensi
Mine Başıbüyük et al., “Effect of Ramadan Fasting on Breast Milk,” Breastfeeding Medicine 18, no. 8 (August 1, 2023): 596–601, https://doi.org/10.1089/bfm.2023.0144.
Neslişah Rakicioğlu et al., “The Effect of Ramadan on Maternal Nutrition and Composition of Breast Milk,” Pediatrics International 48, no. 3 (May 24, 2006): 278–83, https://doi.org/10.1111/j.1442-200x.2006.02204.x.
“Can You Fast While Breastfeeding in Ramadan?”Johns Hopkins Aramco Healthcare. Diakses Maret 2026.
A. Bener et al., “Fasting During the Holy Month of Ramadan Does Not Change the Composition of Breast Milk,” Nutrition Research 21, no. 6 (June 1, 2001): 859–64, https://doi.org/10.1016/s0271-5317(01)00303-7.
Institute of Medicine. Dietary Reference Intakes for Water, Potassium, Sodium, Chloride, and Sulfate. Washington, DC: National Academies Press, 2005.
“Infant and Young Child Feeding.” World Health Organization. Diakses Maret 2026.
“Dehydration.” Centers for Disease Control and Prevention. Diakses Maret 2026.