ilustrasi insomnia (pexels.com/cottonbro studio)
Kondisinya berbeda kalau kamu sebenarnya sudah menyediakan waktu tujuh atau delapan jam untuk tidur, tetapi hanya bisa terlelap sekitar 5 jam. Kamu mungkin sudah berbaring sejak malam, tetapi sulit tertidur, sering terbangun, atau malah terjaga terlalu pagi dan gak bisa tidur lagi. Kalau kejadian seperti ini terus berulang dan mulai mengganggu aktivitas pada siang hari, masalahnya bukan sekadar kurang mengatur waktu tidur.
Beberapa kebiasaan bisa membantu, seperti tidur dan bangun pada jam yang relatif sama serta membuat kamar gelap, tenang, dan nyaman. Penggunaan ponsel sebelum tidur juga sebaiknya dikurangi, sementara konsumsi kopi, teh, atau minuman berkafein lain perlu diperhatikan terutama menjelang waktu tidur. Kalau kesulitan tidur sudah berlangsung selama beberapa minggu atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, konsultasikan dengan dokter untuk mencari penyebab dan menentukan penanganan yang sesuai.
Untuk insomnia yang berlangsung lama, salah satu penanganan yang dapat digunakan adalah Cognitive Behavioral Therapy for Insomnia (CBT-I). Terapi ini membantu mengubah kebiasaan dan pola pikir yang membuat seseorang semakin sulit tidur. Jadi, kalau kamu sebenarnya punya waktu tidur yang cukup tetapi tetap hanya bisa tidur sekitar 5 jam, mencari penyebabnya akan lebih berguna daripada sekadar memaksa diri untuk tidur lebih cepat.
Tidur 5 jam sesekali tentu gak sama dengan menjadikannya kebiasaan setiap malam. Kalau belakangan ini waktu tidurmu selalu berhenti di angka 5 jam, coba perhatikan apakah penyebabnya jadwal yang terlalu padat atau kamu sebenarnya punya waktu tidur tetapi sulit terlelap. Dari situ, langkah untuk memperbaikinya juga bisa disesuaikan dengan masalah yang kamu alami.
Referensi
"4 ways poor sleep affects your immune system." UCLA Health. Diakses pada Oktober 2026
"How Sleep Affects Your Immune System." Yale Medicine. Diakses pada Oktober 2026
"Lack of sleep: Can it make you sick?" Mayo Clinic. Diakses pada Oktober 2026