ilustrasi gula (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)
Kulit yang sehat memiliki kemampuan alami untuk memperbarui selnya secara berkala. Proses regenerasi ini membutuhkan energi dan nutrisi yang cukup agar berjalan optimal. Gula berlebih mengganggu metabolisme sel dan membuat proses pembaruan kulit menjadi lebih lambat.
Sel kulit yang tidak terganti dengan baik membuat tekstur kulit terasa kasar dan tampak lebih tua. Bekas luka, noda, atau hiperpigmentasi pun membutuhkan waktu lebih lama untuk memudar. Kemampuan kulit untuk "memperbaiki dirinya sendiri" melemah seiring dengan kebiasaan konsumsi gula yang tidak terkontrol.
Keinginan untuk tampil awet muda tidak cukup dijawab dengan krim mahal atau rutinitas perawatan yang panjang. Kulit merespons secara langsung apa yang dikonsumsi setiap hari, dan gula adalah salah satu variabel yang paling mudah dikendalikan. Mengurangi asupan gula bukan soal tersiksa, melainkan soal memberi kulit kesempatan untuk bekerja sebagaimana mestinya.
Referensi
"Nutrition and aging skin: sugar and glycation." Clinic in Dermatology. Diakses pada Mei 2026.
"Does Sugar Age You Faster? The Science of Aging." Dr Tim Pearce. Diakses pada Mei 2026.
"Sugar Sag: Glycation and the Role of Diet in Aging Skin." Skin Therapy Letter. Diakses pada Mei 2026.