ilustrasi berjemur (pexels.com/Andrea)
Dilansir Medlineplus, seseorang bisa mendapatkan vitamin D dengan tiga cara, yaitu melalui kulit, makanan, dan suplemen. Tubuh memproduksi vitamin D secara alami setelah terpapar sinar matahari. Namun, dengan catatan tidak terlalu lama terpapar sinar matahari, khususnya jika sudah siang. Hal ini bisa menyebabkan penuaan kulit dan kanker kulit.
Dilansir UCLA Health, adanya sebuah studi yang dilakukan di Valencia, Spanyol, mengukur jumlah sinar matahari yang dibutuhkan untuk menghasilkan vitamin D dalam jumlah yang cukup pada orang dengan kulit lebih terang. Para peneliti mempertimbangkan jumlah pakaian dan musim dalam setahun.
Pada musim semi dan panas, 25% tubuh (tangan, wajah, leher, dan lengan) terpapar sinar matahari, dan musim ini, sekitar 8-10 menit paparan sinar matahari pada siang hari menghaslkan jumlah vitamin D yang direkomendasikan. Musim dingin hanya 10% tubuh yang terpapar, dan hampir 2 jam paparan sinar matahari pada siang hari dibutuhkan untuk menghasilkan vitamin D yang cukup.
Pada makanan, vitamin D yang dihasilkan cenderung lebih sedikit. Kebanyakan orang memperoleh vitamin D dari makanan yang diperkaya, seperti susu, sereal, yogurt. Beberapa makanan yang mengandung vitamin D secara alami adalah kuning telur, ikan air asin, dan hati.
Manusia juga bisa mendapatkan sumber vitamin D dari suplemen. Dua bentuk vitamin D dalam suplemen adalah D2 dan D3. Kedua jenis ini mampu meningkatkan kadar vitamin D dalam darah, tetapi D3 kemungkinkan meningkatkannya lebih tinggi dan lebih lam adaripada D2. Vitamin D tersebut larut dalam lemak. Artinya, vitamin D akan bekerja lebih baik jika dikonsumis dengan makanan atau cemilan yang mengandung lemak.