Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

3 Perbedaan Vitamin D2 dan D3 yang Penting Kamu Ketahui

3 Perbedaan Vitamin D2 dan D3 yang Penting Kamu Ketahui
ilustrasi suplemen vitamin D (unsplash.com/Michele Blackwell)
Intinya Sih
  • Vitamin D2 berasal dari tumbuhan seperti jamur dan ragi, sedangkan vitamin D3 berasal dari sumber hewani serta dapat diproduksi alami oleh kulit saat terpapar sinar matahari.
  • Vitamin D3 lebih efektif meningkatkan kadar kalsidiol dan mendukung sistem imun dibandingkan vitamin D2, meski D2 tetap bermanfaat bagi vegan atau penderita penyakit autoimun.
  • Dalam hal stabilitas, vitamin D3 lebih tahan terhadap kelembapan dan suhu dibandingkan vitamin D2 yang mudah terdegradasi, sehingga masa simpannya cenderung lebih panjang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Saat mempertimbangkan membeli suplemen vitamin D, kamu mungkin merasa bingung dengan pilihan yang tersedia, antara vitamin D2 atau D3. Secara umum, vitamin D memiliki dua bentuk, yaitu D2 dan D3. Keduanya memiliki manfaat yang hampir serupa, tetapi juga terdapat beberapa perbedaan yang mencolok dalam berbagai aspek, seperti sumber asalnya maupun efektivitasnya dalam tubuh.

Nah, apa saja perbedaan vitamin D2 dan D3 yang perlu kamu ketahui? Yuk, simak ulasan di bawah ini biar gak salah beli.

1. Sumber vitamin D2 dan D3

Berjemur
ilustrasi berjemur di bawah sinar matahari (unsplash.com/Vitolda Klein)

Vitamin D2, atau secara ilmiah dikenal dengan ergokalsiferol, adalah vitamin D yang disintesis atau diproduksi dari tumbuhan, seperti jamur dan ragi (yeast). Dikutip dari laman GoodRx, vitamin ini terbentuk ketika senyawa spesifik dalam tumbuhan yang dikenal dengan ergosterol terpapar radiasi sinar ultraviolet (UV) dari matahari. Selain ditemukan pada sumber nabati, vitamin D2 juga bisa dihasilkan dalam laboratorium yang biasanya digunakan sebagai suplemen makanan atau bahan tambahan untuk makanan yang difortifikasi (diperkaya), seperti sereal atau susu.

Sementara itu, vitamin D3, atau yang dikenal dengan kolekalsiferol, adalah vitamin D yang disintesis oleh hewan, termasuk manusia. Vitamin ini dihasilkan ketika senyawa 7-dehidrokolesterol di kulit terpapar sinar matahari. Berbeda dengan vitamin D2, vitamin D3 banyak dijumpai pada sumber hewani seperti kuning telur, ikan sarden, salmon, tuna, makerel, keju, hati sapi, atau susu beserta produk turunannya. Vitamin ini juga dihasilkan secara sintetis di laboratorium untuk penggunaan suplemen makanan.

2. Efektivitas vitamin D2 dan D3 di dalam tubuh

ilustrasi minum obat (pexels.com/JESHOOTS.com)
ilustrasi minum obat (pexels.com/JESHOOTS.com)

Vitamin D2 dan D3 merupakan vitamin yang sama-sama larut dalam lemak. Dilansir laman Verywell Health, saat berada di dalam tubuh, vitamin D2 dan D3 sama-sama akan dipecah oleh hati menjadi bentuk utama vitamin D yang beredar, yaitu kalsidiol. Kalsidiol kemudian diubah oleh ginjal menjadi bentuk yang paling aktif, yang disebut dengan kalsitriol.

Perbedaannya, dalam proses metabolisme vitamin tersebut, vitamin D3 menghasilkan kalsidiol lebih banyak dibandingkan dengan vitamin D2. Hal ini menunjukkan bahwa vitamin D3 mampu mencapai dan mempertahankan kalsitriol lebih optimal dibandingkan dengan vitamin D2. Dengan begitu, vitamin D3 memiliki efektivitas yang lebih unggul jika dibandingkan dengan vitamin D2 dalam memenuhi kebutuhan vitamin D dalam tubuh.

Tak hanya itu, vitamin D3 juga dikaitkan dengan kemampuannya mendukung sistem kekebalan tubuh lebih baik daripada vitamin D2. Dalam sebuah penelitian yang dimuat di Frontiers of Immunology tahun 2022, dilaporkan bahwa vitamin D3 lebih efektif dalam mengatur gen yang terlibat dalam imunitas bawaan (alami) dan adaptif (yang diperoleh) tubuh kita.  Ini karena sekitar 90 persen vitamin alami yang diperoleh tubuh kita berasal dari matahari, yaitu vitamin D3, sehingga tubuh cenderung lebih responsif menyerap vitamin tersebut.

Di sisi lain, vitamin D2 biasanya cenderung lebih efektif membantu menjaga kadar kalsitriol pada penderita penyakit autoimun dibandingkan vitamin D3. Selain itu, vitamin ini mungkin juga lebih diandalkan untuk seseorang yang sedang menjalani diet vegan atau vegetarian yang ingin meningkatkan asupan vitamin D.

3. Stabilitas vitamin D2 dan D3

Obat
ilustrasi staibilitas obat (unsplash.com/Praneet S)

Selain efektivitasnya, vitamin D3 juga memiliki stabilitas yang lebih baik dibandingkan vitamin D2. Laman Healthline melansir, vitamin D2 lebih sensitif terhadap kelembapan dan fluktuasi suhu. Hal ini memungkinkan vitamin D2 mengalami degradasi yang lebih cepat seiring waktu.

Proses degradasi ini bisa memengaruhi durasi kerja vitamin di dalam tubuh. Di mana semakin cepat terjadi degradasi, maka semakin pendek pula durasi kerjanya dalam memenuhi kadar vitamin D tubuh. Selain itu, hal ini juga memengaruhi masa simpan vitamin yang menjadi lebih pendek.

Namun, jika kamu memiliki suplemen vitamin D2 di rumah, jangan buru-buru menyingkirkannya. Kamu hanya perlu menyimpannya dengan benar untuk mencegah kerusakan produk. Caranya adalah dengan menyimpannya dalam wadah tertutup, pada suhu ruang, ditempat yang kering, dan terhindar dari sinar matahari langsung.

Vitamin D2 dan D3 adalah dua jenis vitamin D yang sering kita jumpai pada suplemen makanan. Keduanya memang memiliki fungsi yang sama, akan tetapi memiliki perbedaan sumber, efektivitas, dan stabilitas kerjanya di dalam tubuh. Secara garis besar, vitamin D3 memiliki kapasitas yang lebih unggul dalam memenuhi kadar vitamin D dalam tubuh dibandingkan vitamin D2.

Referensi

“Vitamin D2 vs. Vitamin D3: What’s the Difference?”. Verywell Health. Diakses pada April 2026.

“Vitamins D2 and D3 Have Overlapping But Different Effects on the Human Immune System Revealed Through Analysis of the Blood Transcriptome”. Frontiers in Immunology. Diakses pada April 2026.

“Vitamin D2 vs. D3: What’s the Difference?”. Healthline. Diakses pada April 2026.

“Vitamin D2 (Ergocalciferol) vs. Vitamin D3 (Cholecalciferol): Which One Is Better?”. GoodRx. Diakses pada April 2026.

“Breaking Down D, D2, and D3”. Cleveland Clinic. Diakses pada April 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Izza Namira
EditorIzza Namira
Follow Us

Latest in Health

See More