Camellia sinensis atau tanaman teh adalah jenis dedaunan yang paling banyak digunakan untuk dibuat teh. Biasanya Camellia sinensis dijadikan sebagai bahan utama pembuatan teh hitam, teh hijau, dan teh putih.
Teh putih diolah dari kuncup Camellia sinensis yang langsung dikeringkan tanpa harus melalui proses oksidasi. Sementara itu, teh hijau dan teh hitam berasal dari bagian daun yang sama. Bedanya, teh hitam diproses melalui fermentasi sedangkan teh hijau tidak.
Baik teh hijau, putih, maupun hitam sama-sama kaya akan antioksidan. Sebuah studi dalam jurnal Food Research International tahun 2013 membandingkan tingkat antioksidan teh hitam, hijau, dan putih. Studi tersebut menemukan bahwa teh hijau mendapat skor tertinggi, lalu diikuti oleh teh putih dan kemudian teh hitam.
Selain itu, ketiga teh ini juga memiliki tingkat kafein yang berbeda-beda. Teh hitam memiliki tingkat kafein paling tinggi dibandingkan teh hijau dan putih. Kafein jika dikonsumsi dengan porsi yang sesuai akan membantu mengontrol berat badan, meningkatkan daya ingat, hingga menekan risiko penyakit jantung. Namun, bagi yang ingin meminimalkan konsumsi kafein, lebih baik beralih ke teh putih dan teh hijau.