Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Benarkah Mabuk Perjalanan Bisa Hilang Sendiri saat Dewasa?
ilustrasi mabuk perjalanan saat menyetir (freepik.com/freepik)
  • Mabuk perjalanan bisa berkurang seiring usia karena sistem keseimbangan tubuh makin matang, namun tidak semua orang mengalami penyesuaian yang sama.
  • Kondisi ini disebabkan ketidaksesuaian sinyal antara mata dan telinga bagian dalam, membuat otak bingung dan memicu mual serta pusing.
  • Meski tak selalu hilang, gejala mabuk perjalanan dapat dikurangi lewat adaptasi tubuh, posisi duduk tepat, serta kebiasaan menjaga kondisi fisik sebelum bepergian.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tidak sedikit orang yang beranggapan bahwa mabuk perjalanan hanyalah gangguan sementara yang akan menghilang seiring bertambahnya usia. Faktanya, kondisi ini masih bisa terjadi meski seseorang sudah beranjak dewasa, terutama jika penyebabnya belum benar-benar dipahami. Rasa pusing, mual, hingga tubuh terasa lemah saat berada di kendaraan tentu dapat mengurangi kenyamanan selama perjalanan.

Menariknya, ada juga orang yang merasa gejala mabuk perjalanan justru berkurang seiring waktu, tapi benarkah hal itu bisa terjadi pada semua orang? Pertanyaan inilah yang sering membuat banyak orang penasaran dan mencari jawabannya. Yuk, cari tahu fakta sebenarnya tentang mabuk perjalanan dan apakah kondisi ini benar-benar bisa hilang saat dewasa!

1. Mabuk perjalanan bisa berkurang seiring bertambahnya usia

ilustrasi menyetir mobil (freepik.com/pvproductions)

Pada sebagian orang, mabuk perjalanan memang bisa berkurang seiring bertambahnya usia karena tubuh mulai beradaptasi dengan rangsangan gerakan. Sistem keseimbangan di telinga bagian dalam akan semakin matang dan mampu menyesuaikan sinyal yang diterima otak. Hal ini membuat tubuh tidak lagi “kaget” saat berada di kendaraan yang bergerak.

Anak-anak umumnya lebih mudah mengalami kondisi ini dibandingkan orang dewasa. Seiring berjalannya waktu, otak akan belajar menyeimbangkan informasi yang diterima dari mata dan telinga sehingga gejalanya perlahan berkurang. Namun, tidak semua orang mengalami perkembangan yang sama karena kondisi dan respons tubuh setiap individu bisa berbeda-beda.

2. Penyebab utama mabuk perjalanan ada pada sistem keseimbangan tubuh

ilustrasi mabuk perjalanan saat di pesawat (freepik.com/DC Studio)

Mabuk perjalanan terjadi karena adanya ketidaksesuaian antara sinyal yang diterima mata dan telinga bagian dalam. Saat berada di kendaraan, tubuh merasakan gerakan, tetapi mata mungkin melihat sesuatu yang relatif diam, seperti membaca buku atau melihat layar. Ketidaksinkronan ini membuat otak bingung dan memicu gejala seperti mual dan pusing.

Sistem vestibular yang berada di telinga berperan besar dalam mengatur keseimbangan tubuh. Ketika sistem ini lebih sensitif, kemungkinan seseorang mengalami mabuk perjalanan pun menjadi lebih tinggi. Hal inilah yang membuat kondisi tersebut tidak selalu sepenuhnya menghilang meski usia terus bertambah.

3. Tidak semua orang "sembuh" dari mabuk perjalanan saat dewasa

ilustrasi mabuk perjalanan (freepik.com/pch.vector)

Meskipun ada yang mengalami perbaikan, sebagian orang tetap merasakan mabuk perjalanan hingga dewasa. Hal ini bisa dipengaruhi oleh faktor genetik, sensitivitas tubuh, hingga kebiasaan sehari-hari. Orang yang jarang bepergian atau jarang terpapar perjalanan panjang cenderung lebih mudah mengalami gejala.

Di samping itu, faktor seperti tubuh yang lelah atau tingkat stres yang tinggi juga bisa membuat gejala mabuk perjalanan semakin terasa. Kondisi perjalanan, misalnya rute yang berkelok atau kendaraan yang kurang stabil, turut memberikan pengaruh yang signifikan. Karena itu, anggapan bahwa mabuk perjalanan pasti akan hilang saat dewasa tidak sepenuhnya tepat.

4. Ada cara untuk mengurangi gejala mabuk perjalanan

ilustrasi istirahat sebentar saat perjalanan jauh (freepik.com/freepik)

Meski tidak selalu hilang, gejala mabuk perjalanan bisa diminimalkan dengan beberapa cara sederhana. Duduk di posisi yang minim guncangan, seperti di bagian depan kendaraan, bisa membantu mengurangi sensasi tidak nyaman. Menghindari membaca atau bermain gadget selama perjalanan juga dapat mencegah konflik sinyal pada otak.

Di samping itu, menjaga kondisi tubuh tetap tenang serta memastikan istirahat yang cukup sebelum bepergian sangatlah penting. Mengonsumsi camilan ringan sebelum perjalanan juga dapat membantu meredakan rasa mual. Dengan menerapkan kebiasaan yang tepat, mabuk perjalanan dapat lebih terkontrol dan tidak terlalu mengganggu kenyamanan.

5. Adaptasi tubuh tetap bisa dilatih meski sudah dewasa

ilustrasi adaptasi tubuh (freepik.com/tirachardz)

Untungnya, tubuh tetap memiliki kemampuan untuk beradaptasi meski usia tidak lagi muda. Semakin sering seseorang melakukan perjalanan, tubuh akan terbiasa dan mulai menyesuaikan diri dengan berbagai gerakan. Meski proses ini tidak terjadi secara instan, adaptasi tersebut dapat membantu menurunkan sensitivitas terhadap mabuk perjalanan.

Latihan sederhana seperti fokus melihat ke arah depan atau horizon juga dapat membantu otak menyesuaikan sinyal. Selain itu, menjaga kondisi tubuh tetap fit akan mendukung proses adaptasi tersebut. Dengan latihan dan kebiasaan yang konsisten, gejala mabuk perjalanan bisa semakin berkurang seiring waktu.

Pada akhirnya, mabuk perjalanan bukanlah kondisi yang harus selalu ditakuti karena bisa dikelola dengan cara yang tepat. Dengan memahami penyebab dan melatih adaptasi tubuh, kamu tetap bisa menikmati perjalanan dengan lebih nyaman. Jadi, jangan biarkan mabuk perjalanan menghalangi momen seru saat bepergian.

Referensi

“Effects of Motion Sickness Severity on the Vestibular-Evoked Responses.” PubMed Central. Diakses Maret 2026.

“Effectiveness of Vestibular and Sensory Interventions in Reducing Motion Sickness in Children.” TPM Journal. Diakses Maret 2026.

“Motion Sickness: More Than Nausea and Vomiting.” Experimental Brain Research. Diakses Maret 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team