ilustrasi makan (pexels.com/Michael Burrows)
Sebagian orang menganggap melewatkan makan malam sebagai jalan pintas untuk menurunkan berat badan. Padahal, kebiasaan ini justru dapat memicu tubuh bereaksi dengan meningkatkan rasa lapar di waktu berikutnya. Akibatnya, tanpa disadari kamu bisa makan dalam porsi lebih besar saat pagi atau siang hari.
Selain itu, menahan lapar terlalu lama juga bisa membuat tubuh lemas dan sulit fokus. Dalam jangka panjang, pola makan seperti ini justru tidak sehat dan sulit dipertahankan. Sebagai solusi, tetap makan malam dengan porsi dan pilihan yang tepat agar kebutuhan energi tubuh tetap terpenuhi tanpa berlebihan.
Pada akhirnya, makan malam bukanlah musuh jika kamu tahu cara mengaturnya dengan bijak. Kunci utamanya ada pada keseimbangan porsi, pilihan makanan, dan pola hidup secara keseluruhan, bukan sekadar menghindari jam makan tertentu. Jadi, daripada takut makan malam, lebih baik mulai bangun kebiasaan yang lebih sehat dan konsisten agar berat badan tetap terjaga.
Referensi
“Hubungan antara Konsumsi Jenis Camilan Malam dan Kenaikan Berat Badan pada Populasi Dewasa di Indonesia.” Jurnal Teknologi Pangan dan Kesehatan. Diakses April 2026.
“Eating Occasions, Obesity and Related Behaviors in Working Adults: Does it Matter When You Snack?” Nutrients Journal. Diakses April 2026.
“Makan Pagi, Aktivitas Fisik, dan Makan Malam Berhubungan dengan Status Gizi Remaja di Kota Yogyakarta.” Journal of Nutrition College. Diakses April 2026.