Kenapa Berat Badan Naik setelah Lebaran? Ini Penjelasannya

Setelah Lebaran, tak sedikit orang yang terkejut melihat angka di timbangan yang tiba-tiba meningkat. Selama momen tersebut, berbagai hidangan khas dengan cita rasa gurih dan manis memang sulit untuk ditolak. Tidak hanya saat makan utama, kebiasaan nyemil kue kering juga ikut menambah asupan kalori harian.
Perubahan pola makan yang terjadi secara tiba-tiba ini dapat memengaruhi kondisi tubuh dalam waktu singkat. Tak heran jika berat badan terasa naik hanya dalam beberapa hari setelah Lebaran. Lalu, apa sebenarnya yang menyebabkan hal ini terjadi? Yuk, kupas tuntas penjelasannya di bawah ini!
1. Asupan kalori meningkat drastis

Ketika Lebaran, berbagai makanan tinggi gula dan lemak, seperti kue kering, opor, serta rendang, sering dikonsumsi dalam jumlah lebih banyak dari biasanya. Tanpa disadari, hal ini membuat asupan kalori harian meningkat secara signifikan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh National Institutes of Health (NIH) pada 2019, konsumsi makanan tinggi olahan dapat membuat seseorang mengonsumsi lebih banyak kalori tanpa disadari.
Dalam studi tersebut, orang dewasa diminta mengonsumsi makanan olahan dan makanan utuh secara bergantian dalam kondisi terkontrol. Hasilnya, mereka yang mengonsumsi makanan olahan cenderung makan lebih banyak setelahnya, bahkan hingga sekitar 500 kalori tambahan per hari. Kelebihan kalori ini kemudian disimpan tubuh sebagai energi cadangan dalam bentuk lemak sehingga berat badan dapat meningkat.
2. Penumpukan air akibat garam dan karbohidrat

Selain lemak, kenaikan berat badan setelah Lebaran juga bisa disebabkan oleh penumpukan cairan dalam tubuh. Hal ini biasanya terjadi karena makanan Lebaran cenderung tinggi garam dan karbohidrat. Garam dapat membuat tubuh menahan lebih banyak air sehingga berat badan terasa naik.
Sementara itu, karbohidrat yang dikonsumsi akan disimpan sebagai energi dalam bentuk glikogen di dalam tubuh. Dalam studi yang terbit dalam European Journal of Applied Physiology pada 2019, setiap 1 gram glikogen dapat mengikat sekitar 3 gram air di dalam otot. Akibatnya, angka di timbangan bisa naik dengan cepat meski bukan sepenuhnya karena lemak.
3. Perubahan aktivitas dan pola makan

Selama momen Lebaran, aktivitas dan pola makan sehari-hari cenderung berubah dari biasanya. Banyak orang makan lebih sering, nyemil tanpa sadar, dan mengurangi aktivitas fisik. Kondisi ini membuat jumlah kalori yang masuk lebih besar dibandingkan yang dibakar tubuh.
Adapun, berdasarkan penelitian yang dipublikasikan di The New England Journal of Medicine (NEJM) pada 2000, periode liburan sering dikaitkan dengan peningkatan asupan makanan dan penurunan aktivitas fisik. Kombinasi ini dapat menyebabkan kenaikan berat badan dalam waktu singkat. Akibatnya, tubuh menyimpan lebih banyak energi sebagai lemak karena kurangnya pembakaran kalori.
Kenaikan berat badan setelah Lebaran merupakan hal yang umum terjadi akibat perubahan pola makan serta aktivitas setelah 1 bulan penuh berpuasa. Meski demikian, kondisi ini biasanya bersifat sementara dan dapat kembali normal seiring penyesuaian rutinitas. Untuk mengatasinya, kamu harus menjaga pola makan seimbang dan kembali aktif bergerak secara bertahap.
Referensi
“A Prospective Study of Holiday Weight Gain”. The New England Journal of Medicine (NEJM). Diakses April 2026.
“NIH study finds heavily processed foods cause overeating and weight gain”. National Institutes of Health. 2019. Diakses April 2026.
“Relationship between muscle water and glycogen recovery after prolonged exercise in the heat in humans”. European Journal of Applied Physiology. 2015. Diakses April 2026.



![[QUIZ] Kamu Lebih Cocok Menekuni Tenis atau Padel? Cek di Sini](https://image.idntimes.com/post/20250628/pexels-mutecevvil-23379595_bc14371b-0f0f-4c9f-a239-496b6e109352.jpg)







![[QUIZ] Bisakah Kamu Mengenali Tanda Depresi pada Orang Terdekat?](https://image.idntimes.com/post/20260207/pexels-liza-summer-6383164-1_1d664b73-962c-456c-b634-3a2c9b7c92de.jpg)






