Bubuk protein adalah bentuk protein terkonsentrasi dari sumber hewani atau nabati. Kamu bisa mendapatkannya di berbagai toko kesehatan dan online, dan ada berbagai macam merek, jenis, dan rasa untuk dipilih.
Bubuk protein berbasis hewan biasanya terbuat dari dua protein susu yang disebut whey dan kasein, dengan whey yang lebih populer. Meskipun kurang umum, ada juga bubuk protein yang mengandung protein daging sapi atau ayam.
Bubuk protein whey diisolasi dari whey, produk sampingan cair dari pembuatan keju yang dikeringkan dengan semprotan oleh produsen menjadi bubuk. Sementara itu, bubuk protein nabati dapat dibuat dari berbagai protein nabati, seperti beras merah, kacang polong, kedelai, dan rami.
Kedua jenis bubuk protein ini umumnya menyediakan 20–30 gram protein per sendok takar sehingga menjadi cara yang bagus untuk mendapatkan protein tambahan dalam diet. Bubuk protein nabati juga umumnya mengandung tambahan vitamin, perasa, dan pemanis.
Orang sering menggunakan bubuk protein setelah berolahraga untuk mendukung pertumbuhan otot. Otot butuh protein yang cukup untuk membangun kembali jaringan otot setelah latihan kekuatan.
Kamu mungkin membutuhkannya jika kesulitan memenuhi kebutuhan protein harian hanya melalui makanan. Misalnya, jika kamu tidak makan dalam jumlah besar atau mengikuti diet vegan. Kendati demikian, jika kamu mendapatkan cukup protein melalui makanan, kemungkinan kamu tidak akan melihat banyak manfaat dari mengonsumsi bubuk protein.