ilustrasi hidangan buah kurma (pexels.com/Ahmed Aqtai)
Seperti yang disinggung sebelumnya, kurma adalah buah yang tinggi nutrisi. Dilansir laman WebMD, empat biji kurma bisa menyediakan serat pangan sekitar 25 persen dari asupan harian yang direkomendasikan. Serat pangan ini bisa membantu menjaga sistem pencernaan tetap sehat sehingga bisa mencegah sembelit yang sering dialami ibu hamil.
Selain itu, kurma juga menyediakan kalium, folat, magnesium, dan zat besi. Pada ibu hamil, nutrisi-nutrisi tersebut sangat penting. Kalium bisa menjaga keseimbangan cairan yang bermanfaat untuk mengatasi efek samping kehamilan, seperti muntah yang kerap terjadi pada trimester pertama. Folat adalah nutrisi kunci untuk mencegah cacat lahir bayi, seperti spina bifida.
Adapun, zat besi adalah nutrisi yang bisa membantu mencegah anemia defisiensi zat besi. Ini kerap menyerang ibu hamil karena kebutuhan zat besi selama kehamilan meningkat dua kali lipat. Terakhir, kurma juga kaya akan magnesium. Magnesium bisa membantu mengatasi kram otot, insomnia, dan malam yang gelisah selama kehamilan.
Tak hanya itu, kurma juga mengandung gula yang cukup tinggi. Gula alami dalam kurma ini biasanya bagus untuk membantu meningkatkan energi dan melawan kelelahan selama kehamilan. Selain itu, kurma juga bisa dijadikan alternatif camilan manis untuk memuaskan keinginan akan rasa manis ketimbang konsumsi biskuit, kue, es krim, atau permen.