ilustrasi seorang wanita yang sedang minum soda (pexels.com/www.kaboompics.com)
Pada dasarnya, minum soda saat buka puasa tidak sepenuhnya dilarang selama dikonsumsi dalam jumlah yang wajar. Sesekali menikmati minuman bersoda mungkin tidak menjadi masalah bagi sebagian orang yang tidak memiliki gangguan kesehatan tertentu. Namun, penting untuk tetap memperhatikan porsi dan frekuensi konsumsinya.
Sebaiknya berbuka diawali dengan air putih atau camilan ringan yang ramah bagi pencernaan. Setelah kebutuhan cairan awal terpenuhi, minuman lain bisa diminum secukupnya. Dengan langkah ini, tubuh tetap terhidrasi dengan baik sekaligus menjaga kesehatan.
Minuman bersoda memang terasa menyegarkan saat berbuka, tetapi konsumsinya tetap perlu diperhatikan agar tidak berlebihan. Tubuh yang baru saja selesai berpuasa membutuhkan asupan yang lebih ramah bagi pencernaan dan mampu membantu proses hidrasi dengan baik. Dengan memilih minuman secara bijak, momen buka puasa tidak hanya terasa nikmat, tetapi juga tetap menyehatkan bagi tubuh.
Referensi
“Long-Term Consumption of Sugar-Sweetened and Artificially Sweetened Beverages and Risk of Mortality in US Adults.” Circulation. Diakses Maret 2026.
“Sugary Drink Consumption and Risk of Cancer: Results from the NutriNet-Santé Prospective Cohort.” The BMJ. Diakses Maret 2026.
“Sugar-Sweetened Beverage Consumption and Bone Health: A Systematic Review and Meta-Analysis.” Nutrition Journal. Diakses Maret 2026.
“Sugary Drinks and Their Impact on Health.” Harvard T.H. Chan School of Public Health. Diakses Maret 2026.