ilustrasi makan sahur (pexels.com/Thirdman)
Puasa dalam jangka waktu lama diketahui dapat memperbaiki sel, membantu mengurangi berat badan, dan menurunkan kadar gula darah. Akan tetapi, tidak mendapat asupan makan dalam waktu panjang dapat berefek negatif pada tubuh.
Tubuh membutuhkan energi dengan sumber utamanya glukosa dari karbohidrat yang berasal dari asupan makanan. Hati dan otot akan menyimpan sebagian glukosa ekstra dalam glikogen. Ketika puasa, asupan terbatas dan cadangan mungkin akan habis karena terus digunakan.
Pada titik ketika cadangan sumber energi habis, tubuh akan memasuki kondisi glukoneogenesis yang menandai transisi tubuh ke mode hemat tenaga. Kalau kondisi tersebut terus terjadi, tubuh harus membuat glukosa sendiri dengan mengandalkan lemak. Begitu sumber energi ini juga habis tubuh akan masuk ke mode kelaparan serius.
Mode kelaparan ini memang tidak terjadi karena puasa sehari. Sebaliknya tubuh dapat masuk ke mode tersebut setelah beberapa hari atau minggu berturut-turut tanpa makanan. Namun, tidak menutup kemungkinan terjadi dalam waktu singkat ketika kamu tidak mendapat asupan makanan serta tidak punya cukup cadangan energi.