ilustrasi berhenti merokok (pixabay.com/Martin Büdenbender)
Tantangan terbesar justru datang setelah Idulfitri. Rutinitas kembali normal, struktur puasa hilang, dan godaan meningkat. Data menunjukkan, tanpa dukungan lanjutan, banyak upaya berhenti merokok gagal dalam beberapa bulan pertama.
Buat rencana konkret sebelum Ramadan berakhir:
Tetap lanjutkan konseling atau terapi pengganti nikotin sesuai anjuran medis.
Hindari situasi sosial yang memicu kambuh.
Rayakan pencapaian kamu, misalnya menghitung uang yang dihemat dan mengalihkannya untuk hal lain.
Merokok meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, kanker paru, dan berbagai penyakit kronis lainnya. Berhenti merokok memberikan manfaat cepat: dalam 20 menit tekanan darah mulai membaik, dalam satu tahun risiko penyakit jantung koroner turun signifikan.
Berhenti merokok adalah salah satu intervensi paling efektif untuk memperpanjang harapan hidup. Ramadan dapat menjadi titik tolak yang kuat, tetapi keberlanjutan memerlukan strategi. Jika dimanfaatkan dengan tepat, bulan suci ini bisa menjadi awal kehidupan tanpa rokok.
Referensi
"WHO report on the global tobacco epidemic, 2023: protect people from tobacco smoke." World Health Organization (WHO). Diakses Februari 2026.
Centers for Disease Control and Prevention (US), “The Health Consequences of Smoking—50 Years of Progress,” NCBI Bookshelf, 2014, https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK179276/.
Nicola J. Roberts, Susan M. Kerr, and Sheree M.S. Smith, “Behavioral Interventions Associated With Smoking Cessation in the Treatment of Tobacco Use,” Health Services Insights 6 (January 1, 2013): 79–85, https://doi.org/10.4137/hsi.s11092.
"Benefits of Quitting Smoking." Centers for Disease Control and Prevention. Diakses Februari 2026.
Lindsay F Stead et al., “Nicotine Replacement Therapy for Smoking Cessation,” Cochrane Database of Systematic Reviews 11 (November 8, 2012): CD000146, https://doi.org/10.1002/14651858.cd000146.pub4.