ilustrasi memakai sepatu dengan toe box yang cukup lebar untuk mencegah cantengan (unsplash.com/Curated Lifestyle)
Lakukan cara-cara ini untuk mencegah cantengan agar tidak kambuh:
Pastikan kamu memotong kuku secara lurus, jangan memotong terlalu pendek, dan jangan mengorek sudut kuku terlalu dalam. Biarkan sudut kuku tetap terlihat sedikit di atas kulit.
Jari kaki membutuhkan ruang untuk bergerak. Jika sepatu terasa menekan jempol atau kuku sering membentur depan sepatu saat lari, risiko cantengan meningkat.
Kelembapan berlebihan dapat membuat kulit sekitar kuku lebih mudah iritasi. Ganti kaus kaki secara rutin, terutama setelah olahraga atau aktivitas berkeringat.
Cantengan jarang langsung menjadi parah dalam satu hari. Biasanya ada fase awal berupa rasa tidak nyaman ringan. Menangani sejak awal jauh lebih mudah dibanding menunggu sampai infeksi berkembang.
Cantengan terjadi ketika kuku tumbuh masuk ke kulit dan memicu peradangan, nyeri, hingga infeksi. Penyebabnya sering kali berasal dari kebiasaan sehari-hari. Kabar baiknya, sebagian besar cantengan ringan dapat membaik dengan perawatan di rumah. Namun jika muncul nanah, nyeri berat, atau cantengan terus berulang, sebaiknya temui dokter agar cantengan tidak makin parah.
Referensi
Just Ah Eekhof et al., “Interventions for Ingrowing Toenails,” Cochrane Database of Systematic Reviews 2012, no. 4 (April 12, 2012): CD001541, https://doi.org/10.1002/14651858.cd001541.pub3.
A W Fowler, “Ingrowing Toenail.,” BMJ 2, no. 6039 (October 2, 1976): 815.5-816, https://doi.org/10.1136/bmj.2.6039.815-d.
American Academy of Orthopaedic Surgeons. "Ingrown Toenails." Diakses Mei 2026.
Mayo Clinic. "Ingrown Toenails." Diakses Mei 2026.
American Diabetes Association. "Foot Complications." Diakses Mei 2026.
Ines Chabchoub and Noureddine Litaiem, “Ingrown Toenails,” StatPearls - NCBI Bookshelf, September 18, 2022, https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK546697/.
American Academy of Dermatology Association. "How to trim your nails." Diakses Mei 2026.