Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Cara Mengobati Cantengan agar Tidak Makin Parah
ilustrasi cara mengobati ingrown nail atau cantengan (pexels.com/Bulat Khamitov)
  • Cantengan terjadi saat kuku tumbuh masuk ke kulit, menyebabkan nyeri, bengkak, dan infeksi; umumnya dipicu kebiasaan seperti memotong kuku terlalu pendek atau memakai sepatu sempit.
  • Perawatan rumahan meliputi merendam kaki air hangat, menjaga kebersihan area kuku, serta mengenakan alas kaki longgar untuk mengurangi tekanan dan mempercepat pemulihan.
  • Segera temui dokter bila muncul nanah, nyeri berat, atau cantengan berulang; pencegahan dilakukan dengan memotong kuku lurus, menjaga kaki kering, dan memilih sepatu berujung lebar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Siapa yang pernah mengalami cantengan? Kalau pernah, tentu tahu rasa nyerinya bisa sangat mengganggu. Jalan tidak nyaman, memakai sepatu jadi menyiksa, bahkan sentuhan selimut kadang membuat jari terasa berdenyut. Akhirnya, banyak orang akhirnya mencoba mengorek sendiri kuku yang menusuk kulit, padahal ini justru bisa memperparah peradangan atau memicu infeksi.

Cantengan, juga dikenal sebagai ingrown toenail atau onychocryptosis, terjadi ketika sisi kuku—paling sering kuku jempol kaki—tumbuh masuk ke jaringan kulit di sekitarnya. Tubuh lalu merespons dengan peradangan seperti kulit memerah, bengkak, nyeri, dan kadang bernanah.

Meski umum terjadi, tetapi cantengan sebenarnya bukan sesuatu yang harus dianggap normal, terutama jika sering kambuh. Banyak kasus justru dipicu kebiasaan sehari-hari, seperti cara memotong kuku atau memakai sepatu yang terlalu sempit.

Penyebab cantengan

  • Memotong kuku terlalu pendek

Ini salah satu penyebab paling umum. Banyak orang memotong kuku kaki membulat mengikuti bentuk jari karena dianggap lebih rapi. Masalahnya, sudut kuku yang terlalu pendek lebih mudah tertimbun kulit saat kuku tumbuh kembali.

Akibatnya, ujung kuku mulai menekan dan menusuk jaringan di sekitarnya. Gesekan kecil yang terjadi terus-menerus memicu iritasi dan peradangan.

Itulah kenapa saran umumnya adalah kuku kaki dipotong lurus, bukan melengkung terlalu dalam.

  • Sepatu terlalu sempit

Tekanan berulang dari sepatu sempit dapat mendorong kuku masuk ke kulit. Ini sering terjadi pada pelari, atlet, pekerja yang memakai sepatu tertutup dalam waktu lama, atau orang yang memakai sepatu kekecilan.

Saat jari terus tertekan, area sekitar kuku menjadi lebih mudah mengalami iritasi. Tidak heran cantengan cukup sering dialami pelari, terutama setelah long run atau penggunaan sepatu dengan toe box sempit.

  • Trauma berulang pada kuku

Benturan kecil yang terus-menerus juga bisa memicu cantengan. Misalnya, jari sering membentur ujung sepatu, kebiasaan menendang, lari turunan terus-menerus, dan kuku yang cedera karena benda berat.

Trauma dapat mengubah arah pertumbuhan kuku sehingga lebih mudah menusuk kulit.

  • Bentuk kuku dan faktor genetik

Sebagian orang memiliki kuku yang lebih melengkung alami. Bentuk ini membuat kuku lebih mudah tumbuh ke arah dalam dibanding kuku yang relatif datar.

Karena itu, ada orang yang lebih rentan cantengan meski sudah menjaga kebersihan kaki dengan baik.

Gejala cantengan

ilustrasi ingrown nail atau cantengan (commons.wikimedia.org/Uruz08 )

Pada tahap awal, cantengan biasanya dimulai dengan:

  • Nyeri di sisi kuku.

  • Kulit terasa sensitif.

  • Kemerahan ringan.

  • Sedikit bengkak.

Jika peradangan berlanjut, gejala bisa berkembang menjadi:

  • Bengkak lebih besar.

  • Nyeri berdenyut.

  • Keluar cairan atau nanah.

  • Kulit tumbuh menutupi kuku.

  • Sulit memakai sepatu.

Dalam beberapa kasus, infeksi dapat menyebar ke jaringan sekitar, terutama pada orang dengan diabetes atau gangguan sirkulasi.

Cara mengobati cantengan di rumah

  • Rendam kaki dengan air hangat

Merendam kaki dalam air hangat selama 15–20 menit beberapa kali sehari membantu mengurangi bengkak dan melembutkan jaringan sekitar kuku.

Beberapa orang menambahkan garam Epsom, meski bukti ilmiah spesifiknya terbatas. Yang paling penting sebenarnya adalah air hangat yang membantu mengurangi tekanan dan membuat area lebih nyaman. Setelah direndam, kaki harus dikeringkan dengan baik agar area tidak terlalu lembap.

  • Hindari mengorek kuku terlalu agresif

Banyak orang mencoba mencabut bagian kuku yang menusuk dengan gunting atau benda tajam. Ini justru berisiko melukai kulit lebih dalam dan memicu infeksi tambahan.

Jika cantengan masih ringan dan belum ada infeksi berat, dokter kadang menyarankan mengangkat sedikit ujung kuku dengan kapas kecil atau dental floss steril agar kuku tidak terus menekan kulit. Namun, langkah ini harus dilakukan hati-hati dan tidak dipaksakan.

Jika terasa sangat nyeri atau sudah bernanah, sebaiknya jangan melakukan tindakan sendiri.

  • Kenakan alas kaki yang longgar

Mengurangi tekanan pada jari kaki sangat penting selama proses pemulihan.

Pilih sandal atau sepatu dengan toe box lebih lebar agar area yang meradang tidak terus tergesek. Banyak kasus cantengan sulit sembuh karena jari tetap tertekan setiap hari.

  • Jaga kebersihan area kuku

Cuci kaki secara rutin dan pastikan area tetap bersih serta kering.

Jika dokter merekomendasikan salep antibiotik topikal karena ada tanda infeksi ringan, gunakan sesuai petunjuk. Namun, antibiotik tidak selalu diperlukan pada semua kasus cantengan.

Kapan cantengan harus diperiksa dokter?

ilustrasi seorang pasien berkonsultasi dengan dokter (magnific.com/ijeab)

Segera cari bantuan medis jika:

  • Nyeri makin berat.

  • Keluar nanah.

  • Kemerahan menyebar.

  • Sulit berjalan.

  • Demam.

  • Cantengan sering kambuh.

  • Memiliki diabetes.

Pada orang dengan diabetes, luka kecil di kaki tidak boleh dianggap sepele karena risiko infeksi dan gangguan penyembuhan lebih tinggi.

Apakah cantengan perlu dioperasi?

Pada cantengan yang berulang atau berat, dokter dapat melakukan prosedur kecil untuk mengangkat sebagian kuku yang bermasalah.

Dalam beberapa kasus, bagian akar kuku juga dihancurkan menggunakan bahan kimia seperti phenol agar kuku tidak tumbuh ke arah yang sama lagi. Prosedur ini cukup umum dan biasanya dilakukan dengan anestesi lokal.

Meski terdengar menakutkan, tetapi banyak pasien merasa jauh lebih nyaman setelah sumber tekanan dihilangkan.

Cara mencegah cantengan agar tidak kambuh

ilustrasi memakai sepatu dengan toe box yang cukup lebar untuk mencegah cantengan (unsplash.com/Curated Lifestyle)

Lakukan cara-cara ini untuk mencegah cantengan agar tidak kambuh:

  • Potong kuku dengan benar

Pastikan kamu memotong kuku secara lurus, jangan memotong terlalu pendek, dan jangan mengorek sudut kuku terlalu dalam. Biarkan sudut kuku tetap terlihat sedikit di atas kulit.

  • Kenakan sepatu dengan toe box yang cukup lebar

Jari kaki membutuhkan ruang untuk bergerak. Jika sepatu terasa menekan jempol atau kuku sering membentur depan sepatu saat lari, risiko cantengan meningkat.

  • Jaga kaki tetap kering dan bersih

Kelembapan berlebihan dapat membuat kulit sekitar kuku lebih mudah iritasi. Ganti kaus kaki secara rutin, terutama setelah olahraga atau aktivitas berkeringat.

  • Jangan mengabaikan nyeri ringan sekalipun

Cantengan jarang langsung menjadi parah dalam satu hari. Biasanya ada fase awal berupa rasa tidak nyaman ringan. Menangani sejak awal jauh lebih mudah dibanding menunggu sampai infeksi berkembang.

Cantengan terjadi ketika kuku tumbuh masuk ke kulit dan memicu peradangan, nyeri, hingga infeksi. Penyebabnya sering kali berasal dari kebiasaan sehari-hari. Kabar baiknya, sebagian besar cantengan ringan dapat membaik dengan perawatan di rumah. Namun jika muncul nanah, nyeri berat, atau cantengan terus berulang, sebaiknya temui dokter agar cantengan tidak makin parah.

Referensi

Just Ah Eekhof et al., “Interventions for Ingrowing Toenails,” Cochrane Database of Systematic Reviews 2012, no. 4 (April 12, 2012): CD001541, https://doi.org/10.1002/14651858.cd001541.pub3.

A W Fowler, “Ingrowing Toenail.,” BMJ 2, no. 6039 (October 2, 1976): 815.5-816, https://doi.org/10.1136/bmj.2.6039.815-d.

American Academy of Orthopaedic Surgeons. "Ingrown Toenails." Diakses Mei 2026.

Mayo Clinic. "Ingrown Toenails." Diakses Mei 2026.

American Diabetes Association. "Foot Complications." Diakses Mei 2026.

Ines Chabchoub and Noureddine Litaiem, “Ingrown Toenails,” StatPearls - NCBI Bookshelf, September 18, 2022, https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK546697/.

American Academy of Dermatology Association. "How to trim your nails." Diakses Mei 2026.

Editorial Team