ilustrasi tidur cukup di bulan Ramadan (pexels.com/cottonbro studio)
Tidur sering terganggu selama Ramadan karena perubahan jadwal makan dan ibadah.
Kurang tidur dapat memengaruhi hormon yang mengatur rasa lapar, seperti grelin dan leptin, sehingga meningkatkan nafsu makan.
Usahakan tetap tidur sekitar 7 jam per hari, meskipun harus dibagi antara malam dan siang.
Puasa Ramadan memang bisa membantu menurunkan berat badan, tetapi penurunannya biasanya kecil dan seringnya sementara jika pola makan dan gaya hidup tidak diubah.
Kunci utama keberhasilan bukan hanya berpuasa, tetapi bagaimana kamu mengatur pola makan, aktivitas fisik, dan kualitas tidur selama bulan Ramadan.
Dengan strategi yang tepat, Ramadan dapat menjadi momentum yang efektif untuk memperbaiki kesehatan metabolik sekaligus menurunkan berat badan secara lebih berkelanjutan.
Referensi
"Isi Piringku: Pedoman Makan Kekinian Orang Indonesia." Kemenkes RI. Diakses Maret 2026.
Heather J Leidy et al., “The Role of Protein in Weight Loss and Maintenance,” American Journal of Clinical Nutrition 101, no. 6 (April 30, 2015): 1320S-1329S, https://doi.org/10.3945/ajcn.114.084038.
Behnam Sadeghirad et al., “Islamic Fasting and Weight Loss: A Systematic Review and Meta-analysis,” Public Health Nutrition 17, no. 2 (November 27, 2012): 396–406, https://doi.org/10.1017/s1368980012005046.
Abdualziz Farooq et al., “Ramadan Daily Intermittent Fasting Reduces Objectively Assessed Habitual Physical Activity Among Adults,” BMC Public Health 21, no. 1 (October 21, 2021): 1912, https://doi.org/10.1186/s12889-021-11961-9.
Ari Fahrial Syam et al., “Ramadan Fasting Decreases Body Fat but Not Protein Mass,” International Journal of Endocrinology and Metabolism 14, no. 1 (January 2, 2016): e29687, https://doi.org/10.5812/ijem.29687.
Ammar Mektebi et al., “Body Weight Changes During Ramadan Intermittent Fasting: A Cross‐Sectional Study of Healthy Adults in Turkey,” Journal of Nutrition and Metabolism 2025, no. 1 (January 1, 2025): 8851660, https://doi.org/10.1155/jnme/8851660.