Dokter dapat menanyakan usia kehamilan, jumlah dan lamanya perdarahan, serta gejala lain. Pemeriksaan dapat mencakup USG, tes urine, dan tes darah untuk mengukur hormon kehamilan.
Jika usia kehamilan masih sangat dini atau hasilnya belum jelas, pemeriksaan USG atau tes darah mungkin perlu diulang sebelum diagnosis dapat dipastikan.
Sebagian orang yang mengalami perdarahan tetap memiliki kehamilan yang berkembang normal. Kondisi ini dapat disebut threatened miscarriage atau ancaman keguguran, tetapi istilah tersebut belum berarti keguguran sudah terjadi. Pemeriksaan dan tindak lanjut membantu dokter mengetahui kondisi kehamilan.
Segera ke IGD jika perdarahan banyak atau sampai membasahi pembalut, nyeri perut terasa berat, muncul nyeri bahu, pusing hebat, atau pingsan. Gejala tersebut dapat menandakan kondisi yang membutuhkan pertolongan segera.
Jika keguguran terkonfirmasi, bukan berarti perempuan melakukan kesalahan. Diperkirakan separuh kasus kehilangan kehamilan dini berkaitan dengan kelainan kromosom pada embrio.
Penulis: Roziana Lailatul Hidayah
Referensi
National Health Service, “Miscarriage,” diakses 26 Oktober 2026.
Royal College of Obstetricians and Gynaecologists, “Bleeding and/or Pain in Early Pregnancy,” diakses 26 Oktober 2026.
Alexandra C. Sundermann et al., “First-Trimester Bleeding and the Risk of Pregnancy Loss in a Prospective Cohort,” Obstetrics & Gynecology, terbit daring 19 Februari 2026, https://doi.org/10.1097/AOG.0000000000006202.
American College of Obstetricians and Gynecologists, “Early Pregnancy Loss,” FAQ, diakses 26 Oktober 2026.
American College of Obstetricians and Gynecologists, “ACOG Practice Bulletin No. 200: Early Pregnancy Loss,” Obstetrics & Gynecology 132, no. 5 (2018), https://doi.org/10.1097/AOG.0000000000002899.