Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Seperti Apa Ciri-ciri Darah Keguguran saat Hamil Muda?
ilustrasi keguguran (magnific.com/magnific)
  • Perdarahan yang menyertai keguguran dapat berupa bercak hingga darah yang lebih banyak, kadang disertai gumpalan, jaringan, atau kram.

  • Warna dan tampilan darah saja tidak bisa memastikan keguguran. Perdarahan ringan pada awal kehamilan juga dapat terjadi pada kehamilan yang berlanjut normal.

  • Perdarahan perlu dinilai oleh dokter atau bidan. Segera ke IGD jika darah banyak, nyeri hebat, nyeri bahu, pusing, atau sampai pingsan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Melihat bercak darah setelah mengetahui sedang hamil muda bisa memunculkan banyak pertanyaan. Apakah ini tanda keguguran? Apakah kehamilan masih dapat berlanjut?

Perdarahan memang bisa menyertai keguguran saat hamil muda atau trimester pertama kehamilan. Namun, tampilannya berbeda-beda, dan perdarahan tidak selalu berarti kehamilan berakhir.

1. Bercak dapat berwarna merah muda, merah, atau cokelat

Perdarahan ringan bisa tampak sebagai bercak di celana dalam atau saat menyeka. Warnanya bisa merah muda, merah, atau cokelat. Warna cokelat biasanya menunjukkan darah yang lebih lama keluar, sedangkan darah merah tampak lebih segar. Namun, warna darah saja tidak bisa memastikan apakah seseorang mengalami keguguran.

Bercak atau perdarahan ringan juga bisa terjadi pada kehamilan yang tetap berkembang. Jika muncul darah saat hamil, hubungi dokter atau bidan untuk mendapat arahan, terutama apabila perdarahan berulang atau disertai nyeri.

2. Jumlah darah makin banyak atau sampai membasahi pembalut

ilustrasi pasangan mengalami keguguran (pexels.com/SHVETS production)

Pada sebagian keguguran, perdarahan dapat berkembang dari bercak menjadi lebih banyak, bahkan sampai membasahi pembalut. Jumlah darah yang banyak perlu segera diperiksa.

Studi kohort prospektif yang terbit pada 2026 mengikuti 5.425 peserta. Sebanyak 25 persen melaporkan perdarahan trimester pertama, tetapi perdarahan saja tidak berkaitan dengan peningkatan risiko kehilangan kehamilan dalam analisis tersebut.

Pesannya, jangan mengabaikan perdarahan. Perlu pemeriksaan untuk mengetahui kondisi kehamilan dan penyebabnya.

3. Keluar gumpalan atau jaringan

Darah dapat disertai gumpalan. Sebagian orang juga melihat sesuatu yang tampak seperti jaringan, berwarna merah muda, abu-abu, atau putih. Namun, jaringan kehamilan tidak selalu mudah dikenali dari tampilannya, dan gumpalan darah bisa terlihat mirip.

Jika keluar gumpalan atau jaringan, sampaikan kepada dokter atau bidan. Jangan menyimpulkan sendiri dari bentuknya apakah keguguran sudah terjadi atau sudah selesai.

4. Perdarahan disertai kram atau nyeri perut

ilustrasi pasangan sedang berpelukan (unsplash.com/Anastasia Skylar)

Kram di perut bagian bawah dapat menyertai keguguran. Nyeri bisa terasa seperti kram menstruasi atau menjalar ke punggung bawah. Namun, kram ringan juga bisa muncul pada kehamilan.

Perdarahan dan nyeri juga bisa disebabkan oleh kondisi lain, termasuk kehamilan ektopik, yaitu ketika kehamilan berkembang di luar rahim. Nyeri hebat, terutama jika terasa di satu sisi, perlu segera diperiksa oleh dokter.

Cara dokter memastikan penyebabnya

Dokter dapat menanyakan usia kehamilan, jumlah dan lamanya perdarahan, serta gejala lain. Pemeriksaan dapat mencakup USG, tes urine, dan tes darah untuk mengukur hormon kehamilan.

Jika usia kehamilan masih sangat dini atau hasilnya belum jelas, pemeriksaan USG atau tes darah mungkin perlu diulang sebelum diagnosis dapat dipastikan.

Sebagian orang yang mengalami perdarahan tetap memiliki kehamilan yang berkembang normal. Kondisi ini dapat disebut threatened miscarriage atau ancaman keguguran, tetapi istilah tersebut belum berarti keguguran sudah terjadi. Pemeriksaan dan tindak lanjut membantu dokter mengetahui kondisi kehamilan.

Segera ke IGD jika perdarahan banyak atau sampai membasahi pembalut, nyeri perut terasa berat, muncul nyeri bahu, pusing hebat, atau pingsan. Gejala tersebut dapat menandakan kondisi yang membutuhkan pertolongan segera.

Jika keguguran terkonfirmasi, bukan berarti perempuan melakukan kesalahan. Diperkirakan separuh kasus kehilangan kehamilan dini berkaitan dengan kelainan kromosom pada embrio.

Penulis: Roziana Lailatul Hidayah

Referensi

National Health Service, “Miscarriage,” diakses 26 Oktober 2026.

Royal College of Obstetricians and Gynaecologists, “Bleeding and/or Pain in Early Pregnancy,” diakses 26 Oktober 2026.

Alexandra C. Sundermann et al., “First-Trimester Bleeding and the Risk of Pregnancy Loss in a Prospective Cohort,” Obstetrics & Gynecology, terbit daring 19 Februari 2026, https://doi.org/10.1097/AOG.0000000000006202.

American College of Obstetricians and Gynecologists, “Early Pregnancy Loss,” FAQ, diakses 26 Oktober 2026.

American College of Obstetricians and Gynecologists, “ACOG Practice Bulletin No. 200: Early Pregnancy Loss,” Obstetrics & Gynecology 132, no. 5 (2018), https://doi.org/10.1097/AOG.0000000000002899.

Curated For You

Editorial Team

Related Article