Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Jenis Diet yang Bermanfaat untuk Bantu Mengelola Gejala Eksim
ilustrasi pergelangan tangan gatal (freepik.com/mdjaff)
  • Mengatur pola makan dapat membantu mengelola gejala eksim seperti gatal dan peradangan, meski tidak ada diet khusus yang diciptakan untuk eksim.
  • Lima jenis diet yang disarankan meliputi diet anti-inflamasi, Mediterania, bebas gluten, dishidrolik, dan eliminasi dengan fokus pada makanan alami serta pembatasan pemicu alergi.
  • Sebelum menjalani diet tertentu, penderita eksim disarankan berkonsultasi dengan dokter agar kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi dan gejala tidak semakin parah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Peradangan kulit akibat eksim memang memiliki penyebab yang sangat kompleks. Namun, mengatur pola makan sering kali menjadi alternatif yang bisa dijadikan pilihan untuk mengelola gejala eksim seperti gatal dan peradangan di kulit.

Secara khusus, memang tidak ada diet yang diciptakan untuk eksim. Akan tetapi, beberapa pilihan diet bisa menjadi rencana makan yang lebih ramah bagi penderita eksim karena sifat beberapa makanan tersebut dan kandungan nutrisinya. Apa saja jenis diet yang bermanfaat bagi penderita eksim? Berikut yang direkomendasikan.

1. Diet anti-inflamasi

ilustrasi diet eksim (pexels.com/Gustavo Fring)

Adanya peradangan di dalam tubuh adalah salah satu penyebab munculnya gejala eksim seperti gatal-gatal dan kemerahan. Nah, diet anti-inflamasi atau anti-peradangan ini bisa membantu mencegah timbulnya gejala tersebut atau memperburuknya. Rencana diet ini adalah fokus menghilangkan makanan yang bisa menyebabkan peradangan.

Namun, diet anti inflamasi tidak memiliki daftar makanan yang baku, sebab satu makanan dapat menyebabkan peradangan pada beberapa orang, tetapi tidak pada lainnya. Akan tetapi, diet ini umumnya membatasi makanan olahan dan mengutamakan makanan tinggi serat, lemak sehat, dan ikan yang kaya omega-3. Misalnya, buah, sayur, kacang-kacangan, ikan teri, salmon, mackerel, tuna, dan ikan kembung.

2. Diet Mediterania

ilustrasi makan sehat (pexels.com/Maria Orlova)

Diet Mediterania adalah diet yang berfokus pada makanan utuh, makanan nabati, dan protein tanpa lemak. Rencana diet ini mengutamakan konsumsi makanan yang tidak terlalu banyak diproses dan membatasi makanan olahan atau ultra processed food (UPF) seperti sosis, nugget, mie instan, makanan ringan kemasan, atau minuman bersoda. Selain itu, juga membatasi daging merah seperti daging sapi atau pun alkohol.

Adapun beberapa makanan yang difokuskan dalam diet Mediterania adalah buah, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian utuh, polong-polongan, ikan, makanan laut, dan lemak sehat seperti minyak zaitun.

3. Diet bebas gluten

ilustrasi makanan mengandung gluten (pexels.com/Polat Eyyüp Albayrak)

Gluten adalah kelompok protein yang ditemukan pada beberapa makanan biji-bijian seperti gandum, barley, dan rye (gandum hitam). Protein ini bisa memicu reaksi imun dan menyebabkan sensitivitas pada beberapa orang. Terutama yang memiliki masalah kesehatan seperti penyakit celiac atau sensitivitas gluten.

Menurut beberapa penelitian, penyakit celiac dan eksim bisa terkait satu sama lain. Oleh sebab itu, diet ini mungkin juga bermanfaat untuk orang yang memiliki eksim. Diet bebas gluten berfokus untuk menghindari makanan yang mengandung gluten seperti yang disebutkan di atas.

4. Diet dishidrolik

ilustrasi diet makanan (pexels.com/Gustavo Fring)

Jika kamu memiliki eksim dengan gejala lepuhan kecil berisi cairan yang sangat gatal di tangan atau kaki, diet dishidrolik mungkin bisa kamu pertimbangkan. Lepuhan kecil berisi air di tangan atau kaki adalah jenis eksim disidrotik. Eksim disidrotik biasanya kambuh akibat alergi makanan atau adanya paparan logam seperti nikel atau kobalt dari makanan.

Diet dishidrolik ini adalah jenis diet yang melibatkan pembatasan terhadap makanan yang mungkin mengandung unsur-unsur logam tersebut, seperti gandum, oat, barley, buncis, kedelai, hati, jeroan, susu, melon, kakao, cokelat, atau teh dan kopi. Beberapa makanan yang direkomendasikan biasanya adalah makanan yang mengandung vitamin C seperti jeruk, mangga, tomat, brokoli, atau stroberi. Ini karena vitamin C dapat mengurangi penyerapan nikel.

5. Diet eliminasi

ilustrasi alergi makanan laut (pixabay.com/Shutterbug75)

Diet eliminasi merupakan diet yang melibatkan penghapusan sementara makanan yang mungkin menyebabkan gejala eksim. Tidak ada spesifikasi makanan tertentu, ini berbeda pada setiap orang. Namun, sebelum memulai diet eliminasi, kamu harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk mengetahui berapa lama diet harus dilakukan dan makanan apa yang harus dihilangkan. Tujuannya agar tidak menghilangkan nutrisi yang dibutuhkan tubuh.

Secara khusus, memang tidak ada diet yang dikhususkan untuk mengobati eksim. Akan tetapi, beberapa jenis diet dapat lebih ramah bagi penderita eksim dan mencegah gejalanya semakin memburuk. Jika kamu memiliki eksim yang sangat mengganggu, menerapkan beberapa diet di atas mungkin bisa membantu.

Referensi

“Is There an Eczema Diet? Here’s What Works”. Cleveland Clinic. Diakses Maret 2026.

“How to Create an Eczema-Friendly Diet”. Healthline. Diakses Maret 2026.

“Foods to eat and avoid plus diet tips for eczema”. Medical News Today. Diakses Maret 2026.

“What to Eat When You Have Eczema”. Verywell Health. Diakses Maret 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team