Kucing dan anjing adalah dua hewan peliharaan favorit di rumah. Selain menggemaskan, anjing dan kucing dikenal penyayang, serta bisa menjadi teman sekaligus pelindung pemiliknya. Namun, kedua hewan karnivora ini tetap bisa mencelakai lewat cakaran atau gigitannya saat sedang marah.
Beberapa alasan serangan yang dilakukan oleh hewan adalah upaya untuk perlindungan diri. Berdasarkan penelitian di Amerika Serikat yang dikeluarkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO), disebutkan bahwa luka gigitan hewan paling banyak adalah gigitan anjing sebesar 80-90 persen, dan diikuti oleh gigitan kucing sebesar 5-15 persen.
Selain rasa sakit dan luka akibat digigit, ada pula ancaman infeksi akibat virus maupun bakteri. Antara digigit kucing atau anjing, tahukan kalian mana di antaranya yang lebih berbahaya? Simak penjelasannya berikut ini.