Comscore Tracker

Fluorosis, Bercak Putih pada Gigi Anak Akibat Sering Menelan Fluorida

Masalah ini bisa mengurangi estetika gigi

Fluorida adalah salah satu bahan yang umum ditambahkan dalam pasta gigi, baik untuk anak maupun orang dewasa. Dalam formulasi yang tepat, bahan ini memang dapat membantu mencegah dan mengendalikan kerusakan gigi, seperti gigi berlubang.

Akan tetapi, paparan fluorida yang berlebihan pada anak, misalnya karena tertelan, juga dapat menyebabkan perubahan pada gigi, seperti munculnya bercak putih atau cokelat yang sulit dihilangkan. Kondisi ini disebut dengan fluorosis gigi.

Apakah kondisi ini berbahaya dan harus diwaspadai? Yuk, simak fakta selengkapnya tentang fluorosis berikut ini, meliputi tanda, penyebab, pengobatan, serta pencegahannya. 

1. Penyebab fluorosis

Fluorosis, Bercak Putih pada Gigi Anak Akibat Sering Menelan Fluoridailustrasi anak menyikat gigi (pexels.com/Keira Burton)

Fluorosis merupakan perubahan gigi yang disebabkan oleh paparan fluorida yang berlebihan di masa awal pembentukan atau perkembangan gigi permanen anak. Ini biasanya terjadi ketika anak masih berusia 8 tahun ke bawah. Pada orang dewasa, fluorosis tidak terjadi kecuali mengalaminya sejak kecil.

Anak-anak dapat mengembangkan fluorosis ketika mereka sering atau secara konsisten mengonsumsi fluorida. Misalnya menelan pasta gigi saat menyikat, menelan obat kumur, atau konsumsi minuman atau makanan berfluorida. 

Paparan fluorida dalam kadar yang rendah memang dapat membantu menjaga kesehatan gigi. Akan tetapi, paparannya dalam jumlah yang tinggi dan sering,  justru dapat berdampak pada email gigi anak yang belum tumbuh, yaitu menyebabkan bercak gigi yang disebut fluorosis.

Baca Juga: Perawatan Saluran Akar Gigi, Kapan Diperlukan?

2. Tanda dan gejala fluorosis

Fluorosis, Bercak Putih pada Gigi Anak Akibat Sering Menelan Fluoridailustrasi fluorosis (commons.wikimedia.org/josconklin)

Gejala utama fluorosis adalah adanya bercak berupa titik atau garis berenda berwarna putih atau cokelat pada email gigi, yaitu lapisan terluar yang melindungi gigi. Bercak ini dapat tampak samar atau sangat jelas tergantung keparahannya.

Berdasarkan tingkat keparahannya, fluorosis dibagi menjadi beberapa kategori, yaitu:

  • Dipertanyakan: ditandai dengan beberapa bercak putih yang sangat samar.
  • Sangat ringan: munculnya bercak putih terang yang menutupi kurang dari 25 persen permukaan gigi.
  • Ringan: terbentuknya area putih terang yang menutupi kurang dari 50 persen permukaan gigi.
  • Sedang: adanya area putih atau cokelat muda yang menutupi lebih dari 50 persen permukaan gigi.
  • Parah: adanya bintik-bintik putih, cokelat muda atau tua yang memengaruhi seluruh permukaan gigi. Terkadang, ini juga menyebabkan pitting, yaitu timbulnya cekungan kecil pada email gigi.

3. Seberapa umum fluorosis dan apakah ini berdampak serius pada gigi anak?

Fluorosis, Bercak Putih pada Gigi Anak Akibat Sering Menelan Fluoridailustrasi anak-anak menyikat gigi (pexels.com/cottonbro)

Di Amerika, fluorosis ringan cukup umum terjadi, yaitu memengaruhi sekitar 1 dari 4 orang berusia 6 hingga 49 tahun. Sedangkan kasus yang sedang dan parah, sangat jarang terjadi. Ini dilaporkan hanya sekitar 2 persen kasus sedang dan kurang dari 1 persen fluorosis parah.

Menurut laman Cleveland Clinic, fluorosis bukanlah kondisi medis yang berbahaya. Ini tidak memengaruhi kesehatan gigi dan mulut. Bahkan, orang dengan fluorosis dilaporkan lebih tahan terhadap gigi berlubang.

Sayangnya, bercak fluorosis dapat mengurangi estetika gigi yang dapat menurunkan penampilan. Pada beberapa orang, ini mungkin juga bisa menyebabkan stres psikologis karena noda fluorosis sulit dihilangkan.

4. Penanganan fluorosis

Fluorosis, Bercak Putih pada Gigi Anak Akibat Sering Menelan Fluoridailustrasi warna gigi (pexels.com/Anna Shvets)

Noda fluorosis tidak dapat dihilangkan dengan menyikat gigi atau flossing. Ini biasanya melibatkan teknik perawatan kosmetik gigi yang ditujukan untuk menutupi noda. Untuk menentukan pilihannya, ini biasanya didasarkan pada tingkat keparahan dan preferensi pasien.

Adapun perawatan gigi yang sering kali direkomendasikan untuk menangani fluorosis adalah sebagai berikut:

  • Pemutihan gigi: perawatan ini biasanya direkomendasikan untuk fluorosis ringan. Prosedur pemutihan gigi dilakukan dengan mengoleskan gel pemutih pada gigi untuk menyamakan warna gigi dengan noda fluorosis dalam jangka waktu tertentu.
  • Bonding: prosedur ini dilakukan dengan mengoleskan resin komposit pada gigi dengan warna senada untuk menutup noda fluorosis.
  • Veneer: merupakan prosedur kosmetik gigi yang dilakukan dengan pemasangan cangkang tipis sewarna gigi pada permukaan gigi. Perawatan ini seringkali direkomendasikan untuk fluorosis parah.
  • Mahkota gigi: jenis perawatan ini dilakukan dengan memasang mahkota gigi buatan untuk menutupi gigi yang rusak. Sehingga dapat mengembalikan penampilan gigi.
  • Mikroabrasi email: yaitu prosedur perawatan gigi dengan menghilangkan lapisan kecil email dari gigi. Dengan begitu, noda fluorosis dapat diangkat atau dihilangkan. 

5. Pencegahan

Fluorosis, Bercak Putih pada Gigi Anak Akibat Sering Menelan Fluoridailustrasi menyikat gigi (pexels.com/MART PRODUCTION)

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah atau mengirangi fluorosis gigi pada anak. Di antaranya:

  • Penggunaan pasta gigi berfluorida untuk anak usia di bawah 2 tahun, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter anak atau dokter gigi. Sedangkan untuk anak usia 2 hingga 6 tahun, gunakan pasta gigi berfluorida tidak lebih dari ukuran kacang polong. 
  • Lakukan pengawasan dengan seksama ketika anak-anak mulai menggosok gigi, terutama balita. Dorong mereka untuk memuntahkan pasta gigi setelah menyikat. Jangan sampai menelannya. 
  • Ketahui konsentrasi fluorida pada sumber air minum utama, terutama ketika memiliki anak di bawah usia 8 tahun. Hal ini dapat membantu menentukan penggunaan produk berfluorida lainnya.
  • Gunakan air minum alternatif jika kandungan fluorida pada sumber air utama melebihi 2 mg/L.
  • Jangan menggunakan obat kumur berfluorida untuk anak-anak usia di bawah 6 tahun tanpa berkonsultasi dengan dokter. 

Fluorosis merupakan salah satu kondisi yang dapat menurunkan tampilan gigi karena konsumsi fluorida yang berlebihan. Kondisi ini berkembang di masa kanak-kanak dan bisa bertahan hingga dewasa. Oleh sebab itu, selalu awasi penggunaan produk berfluorida pada anak, ya. 

Baca Juga: Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional, 5 Cara agar Gigi Tetap Sehat

Dwi wahyu intani Photo Verified Writer Dwi wahyu intani

@intanio99

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Izza Namira

Berita Terkini Lainnya