ilustrasi konsultasi dokter (unsplash.com/Christina @ wocintechchat.com)
Seperti kekhawatiran lainnya, stres akibat pemilu paling baik diatasi dengan strategi yang jelas. Dirangkum dari beberapa sumber, kamu bisa melakukan langkah-langkah ini:
Peduli akan politik dan terlibat secara emosional di dalamnya bukanlah hal yang buruk. Namun, penting untuk menetapkan batasan untuk mengoptimalkan kesehatan mental dan tidak membiarkan siklus berita yang penuh tekanan mengambil alih hidup kamu.
Penting untuk mempertahankan perspektif dalam gambaran keseluruhan. Misalnya, ada baiknya jika kamu peduli terhadap keadilan sosial dan perubahan iklim; namun, menghabiskan waktu berjam-jam per hari untuk membaca artikel berita tidak serta-merta mengakibatkan perubahan pada sistem peradilan atau pemanasan global saat ini. Fokuskan kembali upaya kamu pada interaksi yang efisien dengan isu-isu yang kamu pedulikan, dilansir NBC News.
Meskipun emosi yang menyertai ketidakpastian mungkin terasa tak tertahankan, tetapi menolak atau mengalihkan perhatian dari emosi tersebut hanya membawa kelegaan sementara; mereka pasti akan muncul lagi.
Perlakukan emosi ini seperti kamu memperlakukan tamu; sambut mereka. Gunakan napas untuk membuka ruang di tubuh agar perasaan ini bisa keluar. Bertentangan dengan apa yang kamu pikirkan, zat kimia saraf dan hormon di balik mekanisme fight-or-flight dapat memetabolisme dirinya sendiri.
Untuk membantu proses ini, arahkan kembali pikiran kamu ke pola pikir ekspansif, yang menerima segala sesuatu yang tidak dapat kamu kendalikan secara langsung, termasuk ketakutan kamu sendiri, dilansir Anxiety and Depression Association of America.
- Istirahat dari media sosial
Jelang pemilu, paparan berita terkait ada di mana-mana. Ingat, kamu punya kendali atas informasi yang kamu dapatkan.
Mengambil jeda dari media sosial, entah itu hanya berhenti mengikuti feed berita negatif (atau orang-orang) atau bahkan menonaktifkan akun untuk sementara waktu dapat menjadi cara yang sehat untuk mengembalikan fokus hidup.
Tetapkan waktu khusus sekali sehari untuk memeriksa berita, dan atur pengatur waktu. Kamu juga bisa mematikan semua notifikasi push non darurat. Pemberitahuan ini sering mengganggu tugas dan kamu cenderung "terjebak" pada cerita apa pun yang muncul di HP.
Ini bisa menyebabkan otak melakukan pergeseran perangkat kognitif dari apa yang sedang kamu kerjakan kemudian fokus pada berita. Pergeseran rangkaian kognitif ini membutuhkan waktu dan energi mental, meskipun kamu tidak menyadarinya pada saat itu. Kamu akan perlu waktu untuk kembali ke pola pikir bekerja.
- Fokus pada hal-hal yang bisa kamu kontrol
Periksalah area-area yang secara realistis berada di bawah kendali dan arahkan seluruh energi kamu ke sana. Ini bisa meliputi memberikan suara, terlibat secara lokal dengan partai politik afiliasi kamu, atau mempersiapkan mental jika hasilnya tidak sesuai dengan yang kamu inginkan.
Pemahaman bahwa kamu hanya bisa mengendalikan diri sendiri dan membuat perubahan sendiri dapat membuat kamu tidak terjebak dalam obsesi terhadap ketidakpastian yang sering terjadi dalam pemilu.
Ingat, kamu tidak bisa mengontrol keseluruhan hasil pemilu, tetapi kamu bisa mengontrol bagaimana kamu memilih untuk bereaksi.
- Lakukan hobi baru atau tonton film komedi
Melakukan kembali hobi lama, mencoba hobi baru, atau menonton film komedi dapat memungkinkan otak untuk beristirahat dari politik dan stres serta fokus pada sesuatu yang lebih positif, meskipun hanya 1 atau 2 jam dalam seminggu.
Apa pun yang bisa kamu lakukan untuk membuat kamu tersenyum atau tertawa akan sangat membantu. Faktanya, tersenyum meski tanpa makna pun bisa menuai manfaat untuk manajemen stres dan "menipu" otak untuk merasa bahagia.
Election stress disorder bisa terjadi. Apabila kamu merasa mengalaminya, cobalah lakukan tips di atas untuk meredakannya. Jika kamu merasa gejala memburuk, merasa cemas terus-menerus, atau sampai memengaruhi kualitas hidup kamu, jangan ragu untuk menemui profesional kesehatan mental.