ilustrasi seorang laki-laki mengenakan knee support saat berlatih dengan kettlebell (pexels.com/Geancarlo Peruzzolo)
Saat cedera
Penggunaan knee support jelas bermanfaat saat cedera. Dalam kondisi seperti cedera ligamen (ACL, MCL), nyeri patellofemoral, dan osteoarthritis lutut, knee support terbukti membantu mengurangi nyeri dan meningkatkan fungsi.
Studi menunjukkan bahwa penggunaan knee brace pada osteoartritis lutut dapat mengurangi nyeri dan meningkatkan mobilitas secara signifikan.
Selain itu, brace merupakan bagian dari terapi konservatif untuk stabilisasi sendi.
Saat tidak cedera
Banyak orang memakai knee support untuk:
Namun, bukti ilmiah tidak sepenuhnya mendukung manfaat preventif universal. Penggunaan knee brace pada individu sehat tidak secara konsisten terbukti mencegah cedera.
Meski begitu, ada manfaat lain yang lebih halus, seperti:
Peningkatan propriosepsi ringan.
Rasa stabilitas subjektif.
Efek psikologis (meningkatkan rasa percaya diri).
Dalam beberapa kasus, rasa “aman” ini justru membantu performa, meski bukan karena perubahan biomekanik besar.
Pada atlet dan aktivitas intens
Pada olahraga dengan beban tinggi pada lutut (lari jarak jauh, angkat beban, functional fitness), knee support bisa membantu:
Mengurangi beban persepsi pada sendi.
Memberi sensasi stabil saat repetisi tinggi.
Membantu transisi gerakan kompleks.
Namun, studi menekankan bahwa alat eksternal seperti brace tidak menggantikan kekuatan otot dan kontrol neuromuskular.