Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Gaya Hidup vs Genetik, Lebih Berpengaruh Mana untuk Umur?
ilustrasi orang tua, lansia (pexels.com/MART PRODUCTION)
  • Penelitian menunjukkan genetik hanya berkontribusi sekitar 25% terhadap panjang umur, sementara gaya hidup dan lingkungan memiliki pengaruh jauh lebih besar terhadap kesehatan jangka panjang.
  • Pola makan sehat, aktivitas fisik rutin, tidur cukup, dan pengelolaan stres terbukti menurunkan risiko penyakit kronis serta meningkatkan harapan hidup seseorang.
  • Gaya hidup sehat dapat menekan risiko genetik melalui mekanisme epigenetik, menjadikan kebiasaan positif sebagai kunci utama untuk hidup panjang dan tetap bugar di usia lanjut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Punya umur panjang sering dianggap sebagai faktor keberuntungan atau warisan keluarga. Ada orang yang merasa dirinya bakal panjang umur karena kakek-neneknya hidup sampai usia 90 tahun lebih. Sebaliknya, ada juga yang khawatir karena keluarganya punya riwayat penyakit tertentu.

Padahal, umur panjang ternyata gak cuma ditentukan oleh genetik saja, lho. Kebiasaan sehari-hari justru punya pengaruh yang jauh lebih besar terhadap kesehatan tubuh dalam jangka panjang. Mulai dari pola makan, aktivitas fisik, kualitas tidur, sampai cara mengelola stres bisa menentukan seperti apa kondisi tubuhmu saat tua nanti.

1. Genetik memang berpengaruh, tapi bukan penentu utama

ilustrasi genetik, DNA (unsplash.com/digitale.de)

Genetik adalah “cetakan dasar” yang kamu warisi dari orangtua. Faktor ini bisa memengaruhi risiko penyakit tertentu, seperti penyakit jantung atau diabetes. Akan tetapi, para ahli percaya bahwa genetik hanya menyumbang sekitar 25 persen terhadap panjang umur seseorang. Artinya, DNA memang punya pengaruh, tapi bukan penentu akhir hidupmu.

Menurut penelitian dalam Nature Communications, saudara kembar identik yang memiliki gen sama ternyata gak selalu memiliki usia hidup yang sama panjang. Perbedaan gaya hidup membuat kondisi kesehatan mereka ikut berbeda. Temuan ini menunjukkan bahwa kebiasaan sehari-hari punya dampak besar terhadap kesehatan tubuh. Peneliti juga menjelaskan bahwa lingkungan dan pola hidup mampu memengaruhi bagaimana tubuh menua dari waktu ke waktu.

2. Pola makan sehat punya dampak besar untuk umur panjang

ilustrasi makan buah (pexels.com/Mike Jones)

Apa yang kamu makan setiap hari ternyata sangat berpengaruh terhadap kesehatan jangka panjang. Pola makan dengan buah, sayur, kacang-kacangan, biji-bijian utuh, serta lemak sehat terbukti membantu menurunkan risiko berbagai penyakit kronis. Nutrisi tersebut membantu menjaga kesehatan jantung, mengontrol gula darah, sekaligus melindungi sel tubuh dari kerusakan.

Menurut penelitian dalam JAMA Internal Medicine, pola makan sehat berkaitan dengan risiko kematian yang lebih rendah. Sebaliknya, konsumsi makanan ultra-proses, gula tambahan, dan lemak gak sehat bisa meningkatkan risiko penyakit serius seperti diabetes tipe 2 hingga kanker. Kabar baiknya, kamu gak harus langsung makan “sempurna”. Perubahan kecil yang dilakukan konsisten justru lebih mudah bertahan dalam jangka panjang.

3. Tubuh aktif membantu organ tetap bekerja optimal

ilustrasi olahraga bersepeda (pexels.com/Nubia Navarro (nubikini))

Aktivitas fisik diketahui menjadi salah satu kebiasaan paling penting untuk menjaga umur panjang. Saat tubuh aktif bergerak, jantung bekerja lebih efisien, otot tetap kuat, dan metabolisme tubuh jadi lebih baik. Olahraga juga membantu mengontrol berat badan, menjaga tekanan darah, serta mengurangi peradangan dalam tubuh.

Menurut penelitian dalam Circulation, aktivitas fisik rutin berkaitan dengan penurunan risiko kematian dari berbagai penyebab. Menariknya, manfaat olahraga gak harus didapat dari latihan berat di gym, lho. Jalan kaki santai, bersepeda, atau latihan beban ringan pun tetap memberikan efek positif selama dilakukan rutin. Selain menjaga tubuh, olahraga juga membantu kesehatan mental karena dapat menurunkan kecemasan dan menjaga fungsi otak saat usia bertambah.

4. Tidur dan stres ternyata ikut menentukan kualitas hidup

ilustrasi bangun tidur (freepik.com/Lifestylememory)

Banyak orang fokus menjaga pola makan, tapi sering mengabaikan tidur dan stres. Padahal, tidur adalah waktu penting bagi tubuh untuk memperbaiki diri. Otak memproses informasi, sistem imun bekerja lebih baik, dan tubuh memulihkan energi saat kamu tidur cukup.

Menurut penelitian dalam QJM, pola tidur sehat berkaitan dengan peningkatan harapan hidup dan penurunan risiko kematian. Orang dewasa umumnya membutuhkan sekitar 7–9 jam tidur setiap malam. Kurang tidur dalam jangka panjang bisa meningkatkan risiko penyakit jantung, obesitas, depresi, hingga gangguan daya ingat. Kondisi tubuh yang lelah juga bikin seseorang lebih mudah makan sembarangan dan malas bergerak.

Stres juga gak kalah penting untuk diperhatikan. Saat stres berlangsung terlalu lama, tubuh memproduksi hormon yang memicu peradangan. Menurut penelitian dalam Translational Psychiatry, stres kronis dapat mempercepat penuaan biologis tubuh. Karena itu, mengelola stres dengan baik sangat membantu menjaga kesehatan jangka panjang. Cara sederhananya bisa lewat olahraga, ngobrol dengan teman, menikmati alam, atau meluangkan waktu untuk relaksasi.

5. Gaya hidup sehat bisa “mengalahkan” risiko genetik

ilustrasi smoothie bowl (pexels.com/gürkan midyat)

Walaupun genetik tetap punya peran, gaya hidup sehat bisa membantu menurunkan risiko penyakit bawaan. Konsep ini dikenal sebagai epigenetik, yaitu kondisi ketika kebiasaan sehari-hari memengaruhi cara gen bekerja di dalam tubuh. Sederhananya, pola hidupmu bisa membuat gen tertentu menjadi lebih aktif atau justru lebih terkendali.

Contohnya, seseorang mungkin punya risiko genetik penyakit jantung lebih tinggi. Akan tetapi, pola makan sehat, rutin olahraga, tidur cukup, dan pemeriksaan kesehatan berkala dapat membantu menekan risiko tersebut. Peneliti yang mempelajari wilayah “Blue Zones” juga menemukan bahwa orang-orang berumur panjang memiliki kebiasaan serupa, seperti aktif bergerak, banyak makan makanan nabati, dan punya hubungan sosial yang baik. Faktor-faktor itulah yang dianggap lebih berpengaruh dibanding sekadar warisan genetik.

Genetik memang ikut menentukan peluang seseorang untuk hidup lebih lama. Akan tetapi, gaya hidup tetap menjadi faktor paling besar dalam menentukan kesehatan tubuh dan kualitas hidupmu saat menua nanti. Kebiasaan sederhana seperti makan sehat, rutin bergerak, tidur cukup, dan mengelola stres bisa memberikan dampak besar apabila dilakukan secara konsisten.

Hal paling penting bukan cuma hidup lebih lama, melainkan tetap sehat dan mandiri saat usia bertambah. Karena itu, menjaga tubuh sejak sekarang bisa menjadi investasi terbaik untuk masa depanmu sendiri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team