Intermittent Fasting (IF) membantu tubuh bekerja dengan cara yang berbeda saat tidak ada asupan makanan dalam beberapa jam. Ketika berpuasa, sel-sel tubuh mulai beralih fokus, tak hanya untuk mencerna makanan, tetapi juga melakukan proses perbaikan dan pengaturan energi. Pola makan yang terjadwal ini juga membuat kadar gula darah lebih stabil karena tidak terjadi lonjakan dan penurunan drastis. Hasilnya, energi terasa lebih seimbang dan tubuh tidak mudah drop.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa IF dapat memperbaiki berbagai indikator kesehatan dalam jangka pendek, seperti kadar gula darah, berat badan, kolesterol, tekanan darah, hingga peradangan kronis. Penurunan berat badan yang terjadi biasanya karena kamu secara alami mengonsumsi lebih sedikit kalori, yaitu sekitar 250 kalori lebih rendah per hari. Selain itu, hormon lapar seperti ghrelin ikut menurun, sehingga rasa lapar lebih terkontrol dan tidak muncul berlebihan, terutama sore atau malam hari.
Tak hanya itu, IF juga berperan dalam menurunkan stres oksidatif, yaitu kondisi yang dapat merusak sel dan berkaitan dengan risiko penyakit seperti kanker dan gangguan jantung. Beberapa temuan bahkan menunjukkan adanya perbaikan pada biomarker penuaan dan ritme sirkadian tubuh yang berhubungan dengan pola tidur dan metabolisme.
Itulah panduan jadwal IF selama puasa Ramadan yang bisa kamu ikuti agar tubuh tetap fit dan diet berjalan lancar. Dengan menerapkan tipsnya, kamu bisa merasakan manfaat IF secara maksimal.
Apakah boleh menjalani IF saat puasa Ramadan? | Boleh, karena pola puasa Ramadan sudah mirip dengan konsep intermittent fasting. Tinggal menyesuaikan jendela makan dari berbuka hingga sahur. |
Metode intermittent fasting apa yang cocok saat puasa Ramadan? | Metode IF 16:8 dan 14:10 paling sering dipilih karena durasinya mendekati waktu puasa Ramadan dan relatif lebih aman untuk dijalani. |
Kapan waktu makan pada jadwal IF selama puasa? | Waktu makan dimulai saat berbuka dan berlangsung sesuai jendela yang dipilih, lalu kembali berpuasa hingga berbuka keesokan harinya. |
Referensi
"Ahli Gizi UNAIR Ungkap Perbedaan Intermittent Fasting dan Puasa Ramadan". UNAIR. Diakses Februari 2026.
"Pro Tips To Get The Best Intermittent Fasting Results This Ramadan". Squat Wolf. Diakses Februari 2026.
"The Health Benefits of Intermittent Fasting". Harvard T.H. Chan. Diakses Februari 2026.
"What is Intermittent Fasting? Does It Have Health Benefits?". Mayo Clinic. Diakses Februari 2026.