ilustrasi penambahan madu (pexels.com/ROMAN ODINTSOV)
Bagaimanapun, madu adalah bahan makanan yang digolongkan dalam pemanis atau gula tambahan. Meski dinilai aman untuk bayi pada usia 1 tahun ke atas, penggunaannya harus dibatasi dan tidak boleh berlebihan. Bukan ide yang bagus untuk memberikannya setiap hari secara rutin.
Bahkan, kamu lebih baik tak terburu-buru memperkenalkan madu pada si kecil. Pasalnya, AAP tidak merekomendasikan pemberian gula tambahan pada bayi di bawah usia 2 tahun. Setelah usianya 2 tahun, konsumsi gula tambahan pun tidak boleh melebihi 6 sendok teh per hari. Akan tetapi, jika ingin mengenalkan madu pada bayi, kamu bisa menambahkannya sedikit pada makanan mereka, seperti dicampurkan ke dalam oatmeal atau smoothies.
Pemberian madu memang bisa menjadi alternatif gula meja yang sehat, namun madu tetaplah bentuk gula yang padat kalori. Jika berlebihan, ini justru bisa memicu timbulnya risiko kerusakan gigi dan obesitas.
Sebagai informasi tambahan, adanya spora bakteri Clostridium botulinum pada madu bukan berarti madu yang tersedia tercemar. Konsumsi madu bagi orang dewasa dan anak-anak umumnya aman. Namun, berbeda halnya dengan bayi yang belum mengembangkan sistem pencernaan yang matang sempurna.
Madu dapat diberikan pada bayi di atas usia 1 tahun. Namun, pemberiannya tidak boleh dilakukan secara rutin, sebab madu tergolong pemanis tambahan. Jika kamu ingin meningkatkan rasa manis pada makanan bayi, buah-buahan jauh lebih aman untuk mereka.