ilustrasi seseorang sedang sakit. (pexels.com/Pavel Danilyuk)
Perubahan ritme setelah Lebaran juga bisa memicu stres, apalagi saat harus kembali ke rutinitas kerja atau aktivitas harian. Perasaan lelah, tekanan pekerjaan, hingga post-holiday blues sering kali muncul tanpa disadari. Faktanya, berdasarkan penelitian yang dipublikasikan di Psychological Bulletin tahun 2004, stres psikologis bisa memengaruhi sistem imun manusia.
Bahkan, studi yang terbit di New England Journal of Medicine tahun 1991 juga menemukan bahwa orang dengan tingkat stres lebih tinggi cenderung lebih mudah terkena flu saat terpapar virus. Dalam jangka lebih panjang, stres juga bisa menurunkan efektivitas sel imun dalam melawan infeksi. Kondisi ini membuat tubuh jadi lebih rentan, sehingga setelah Lebaran banyak orang mulai merasa tidak fit atau jatuh sakit.
Post-holiday blues setelah Lebaran memang sering datang tanpa disadari dan bisa berdampak ke kondisi fisik maupun mental. Perubahan rutinitas yang tiba-tiba juga membuat tubuh butuh waktu untuk kembali beradaptasi. So, agar tubuh bisa kembali fit secara bertahap, jangan lupa periksa ke dokter untuk penanganan lebih lanjut, ya!
Referensi
"Short-term dietary changes can result in mucosal and systemic immune depression". Nature Immunology (2023). Diakses pada April 2026.
"Fast food fever: reviewing the impacts of the Western diet on immunity". Nutrition Journal (2014). Diakses pada April 2026.
"Effects of Regular Physical Activity on the Immune System, Vaccination and Risk of Community-Acquired Infectious Disease in the General Population: Systematic Review and Meta-Analysis". Sports Medicine (2021). Diakses pada April 2026.
"Psychological Stress and the Human Immune System: A Meta-Analytic Study of 30 Years of Inquiry". Psychological Bulletin (2004). Diakses pada April 2026.
"Psychological Stress and Susceptibility to the Common Cold". New England Journal of Medicine (1991). Diakses pada April 2026.