ilustrasi perut buncit (unsplash.com/Volodymyr Hryshchenko)
Selama momen Lebaran, aktivitas dan pola makan sehari-hari cenderung berubah dari biasanya. Banyak orang makan lebih sering, nyemil tanpa sadar, dan mengurangi aktivitas fisik. Kondisi ini membuat jumlah kalori yang masuk lebih besar dibandingkan yang dibakar tubuh.
Adapun, berdasarkan penelitian yang dipublikasikan di The New England Journal of Medicine (NEJM) pada 2000, periode liburan sering dikaitkan dengan peningkatan asupan makanan dan penurunan aktivitas fisik. Kombinasi ini dapat menyebabkan kenaikan berat badan dalam waktu singkat. Akibatnya, tubuh menyimpan lebih banyak energi sebagai lemak karena kurangnya pembakaran kalori.
Kenaikan berat badan setelah Lebaran merupakan hal yang umum terjadi akibat perubahan pola makan serta aktivitas setelah 1 bulan penuh berpuasa. Meski demikian, kondisi ini biasanya bersifat sementara dan dapat kembali normal seiring penyesuaian rutinitas. Untuk mengatasinya, kamu harus menjaga pola makan seimbang dan kembali aktif bergerak secara bertahap.
Referensi
“A Prospective Study of Holiday Weight Gain”. The New England Journal of Medicine (NEJM). Diakses April 2026.
“NIH study finds heavily processed foods cause overeating and weight gain”. National Institutes of Health. 2019. Diakses April 2026.
“Relationship between muscle water and glycogen recovery after prolonged exercise in the heat in humans”. European Journal of Applied Physiology. 2015. Diakses April 2026.