Capek, kaki pegal, energi seperti habis terkuras. Secara logika, kondisi seperti itu seharusnya bikin kamu lebih mudah tidur. Namun, pada sebagian orang, yang terjadi justru kebalikannya.
Setelah lari, terutama pada malam hari, mata terasa segar, jantung masih berdebar, otak seperti tetap aktif, dan tubuh sulit "shutdown”. Ada yang merasa mengantuk tetapi tidak bisa tertidur. Ada pula yang tertidur cepat, tetapi kualitas tidurnya terasa dangkal dan mudah terbangun. Situasi ini sering membingungkan karena olahraga selama ini dikenal bermanfaat untuk tidur.
Kenyataannya memang begitu. Banyak penelitian menunjukkan aktivitas fisik rutin berkaitan dengan kualitas tidur yang lebih baik, durasi tidur lebih panjang, dan penurunan risiko insomnia. Namun, efeknya tidak selalu sama pada setiap situasi.
Dalam kondisi tertentu, terutama jika intensitas latihan tinggi atau waktunya terlalu dekat dengan jam tidur, lari justru dapat membuat tubuh berada dalam kondisi terlalu aktif untuk langsung beristirahat.
