ilustrasi pelari ultramaraton (pexels.com/RUN 4 FFWPU)
Ultramaraton memberi tekanan luar biasa pada tubuh manusia. Berbeda dari lari biasa, race ultra bisa berlangsung selama belasan jam, semalaman, bahkan lebih dari 24 jam hingga beberapa hari. Tubuh akhirnya memasuki kondisi fisiologis yang sangat berat.
1. Kurang tidur dan deprivasi tidur
Ini salah satu penyebab terbesar. Otak manusia sangat bergantung pada tidur untuk menjaga perhatian, persepsi, emosi, dan kemampuan membedakan realitas. Saat seseorang terus terjaga terlalu lama, fungsi otak mulai terganggu.
Penelitian menunjukkan kurang tidur dapat menyebabkan :
Gangguan persepsi.
Ilusi visual.
Paranoia ringan.
Halusinasi.
Dalam ultramaraton, banyak pelari tidur sangat sedikit atau bahkan tidak tidur sama sekali selama race. Deprivasi tidur berat dapat mengganggu fungsi area otak yang bertanggung jawab terhadap integrasi sensorik dan realitas.
2. Kelelahan fisik ekstrem
Tubuh pelari ultra bekerja terus-menerus selama berjam-jam. Pada kondisi ini:
Otak membutuhkan energi sangat besar untuk mempertahankan fungsi normal. Ketika cadangan energi menurun, kemampuan otak memproses informasi juga ikut terganggu. Beberapa ahli menyebut kondisi ini sebagai bentuk brain fatigue atau kelelahan otak.
3. Jalur gelap dan sunyi bisa memicu halusinasi
Banyak race ultra berlangsung pada malam hari, di jalur trail, minim cahaya, dan dengan suasana sangat repetitif.
Otak manusia sebenarnya membutuhkan variasi rangsangan sensorik. Dalam kondisi gelap, sunyi, kelelahan, dan kurang tidur, otak dapat mulai “mengisi kekosongan” sendiri. Inilah sebabnya pelari kadang seperti melihat bayangan bergerak, mengira pohon sebagai manusia, atau merasa ada seseorang mengikuti mereka.
Fenomena serupa juga pernah dilaporkan pada pendaki gunung, pelaut solo, penjelajah kutub, dan personel militer dalam kondisi ekstrem.
4. Dehidrasi dan gangguan elektrolit
Dehidrasi berat dapat memengaruhi fungsi otak secara signifikan.
Ketika cairan tubuh berkurang:
Kondisi seperti hiponatremia (kadar natrium terlalu rendah) juga dapat menyebabkan:
Kebingungan.
Perubahan perilaku.
Gangguan kesadaran.
Halusinasi.
Gangguan elektrolit berat dapat memengaruhi fungsi neurologis dan mental.
5. Stres panas dan overheating
Lari jarak jauh saat cuaca panas memberi tekanan tambahan pada otak. Peningkatan suhu inti tubuh dapat mengganggu konsentrasi, koordinasi, pengambilan keputusan, dan fungsi kognitif.
Dalam kondisi berat, heat illness dapat menyebabkan delirium dan perubahan kesadaran.