ilustrasi sakit perut (pexels.com/Sora Shimazaki)
Sakit perut setelah mengonsumsi makanan pedas bisa sangat mengganggu, terutama jika kamu punya lambung sensitif. Untungnya, ada beberapa cara yang bisa kamu coba untuk meredakan rasa tidak nyaman tersebut. Berikut beberapa pilihan yang bisa kamu terapkan:
Jika makanan pedas sering menyebabkan nyeri perut, baiknya kurangi konsumsinya. Selain itu, hindari konsumsi makanan dalam porsi besar sekaligus karena bisa meningkatkan tekanan lambung. Apalagi jika hal itu kamu barengi dengan mengonsumsi makanan pedas.
Tak cuma itu, makanan dengan kandungan lemak tinggi seperti gorengan juga bisa memperburuk gejalanya. Pasalnya, sebab lemak dapat memperlambat pengosongan lambung. Terlepas dari itu, setelah makan, cobalah tunggu 2—3 jam jika ingin boleh berbaring atau tidur. Hal itu perlu dilakukan agar asam lambung tidak naik ke kerongkongan.
Susu mungkin bisa membantu menetralkan asam lambung dan mendinginkan saluran pencernaan. Ini karena kandungan protein casein pada susu bisa berikatan dengan capsaicin di dalam cabai. Meskipun begitu, efeknya ke setiap individu bisa bervariasi.
Jika gejala terus berulang atau menetap, sebaiknya konsultasi ke dokter. Meskipun makanan pedas bisa menjadi pemicu, bisa jadi ada penyakit lambung penyerta yang perlu diobati. Sebagai contoh, ada bakteri bernama Helicobacter pylori yang bisa menyebabkan peradangan lambung. Jika tidak ditangani, bakteri tersebut bisa menyebabkan kanker lambung.
Contoh lainnya, Gastroesphageal Reflux Disease (GERD), suatu penyakit di mana asam lambung sering naik ke kerongkongan dan menyebabkan gejala seperti rasa panas di dada dan refluks. Selain itu, bisa terjadi penyakit ulkus peptik atau adanya tukak (luka) di lambung. Penyakit-penyakit tersebut butuh diobati dan dipantau oleh dokter.
Nah, selain penyakit lambung, nyeri perut setelah makan juga bisa disebabkan oleh gangguan di saluran empedu, pankreas, dan usus. Terkadang penyakit jantung juga bisa menyebabkan gejala seperti nyeri ulu hati. Oleh karena itu, penting untuk konsultasi ke dokter agar memperoleh diagnosis yang tepat.
Jadi, kenapa perut sakit setelah makan pedas? Jawabannya bisa berasal dari banyak faktor, mulai dari iritasi hingga gangguan pencernaan. Dengan tahu penyebabnya, kamu bisa tetap menikmati makanan pedas tanpa perlu khawatir sakit perut setelahnya.
Kenapa perut terasa sakit setelah makan pedas? | Karena kandungan capsaicin pada cabai bisa mengiritasi dinding lambung. |
Apakah makan pedas bisa memicu asam lambung? | Ya, makanan pedas dapat meningkatkan produksi asam lambung. |
Apakah semua orang pasti sakit perut setelah makan pedas? | Tidak, sensitivitas perut setiap orang berbeda-beda. |
Bagaimana cara mengurangi sakit perut setelah makan pedas? | Minum susu, konsumsi makanan netral, atau hindari makanan pedas sementara waktu. |
Referensi:
“Can eating spicy foods harm your health?” Ohio State Health & Discovery. Diakses Agustus 2025.
“The Health Risks of Eating Extremely Spicy Foods”. Cleveland Clinic. Diakses Agustus 2025.
“What Helps Settle Your Stomach After Eating Spicy Food? Home Remedies for Relief”. Healthwire. Diakses Agustus 2025.
Lee, S.‐y., dkk. “A Prospective Study on Symptom Generation According to Spicy Food Intake and TRPV1 Genotypes in Functional Dyspepsia Patients.” Neurogastroenterology & Motility 28, no. 9 (April 19, 2016): 1401–8.