ilustrasi minum air (vecteezy.com/Suwinai Sukanant)
Tubuh memerlukan cairan dalam jumlah cukup untuk menjaga kinerja sistem pencernaan tetap optimal. Air berperan penting dalam membantu proses pemecahan makanan dan mempermudah pergerakan makanan di sepanjang saluran pencernaan. Selama puasa, asupan cairan hanya dapat diperoleh pada waktu berbuka hingga sahur sehingga risiko kekurangan cairan dapat meningkat apabila konsumsi air tidak mencukupi.
Kondisi dehidrasi ringan dapat memengaruhi produksi lendir pelindung pada dinding lambung. Lapisan lendir tersebut berfungsi sebagai pelindung alami yang menjaga jaringan lambung agar tidak rusak akibat paparan asam lambung yang bersifat korosif. Penurunan lapisan pelindung tersebut dapat membuat dinding lambung menjadi lebih sensitif sehingga rasa perih lebih mudah muncul.
Gangguan pencernaan akibat kekurangan cairan juga dapat memicu terbentuknya gas di dalam saluran pencernaan. Penumpukan gas tersebut sering menimbulkan rasa kembung, tekanan pada perut, dan sensasi kram ringan. Kondisi tersebut dapat terasa lebih jelas ketika lambung berada dalam keadaan kosong cukup lama.
Kenapa perut terasa perih saat puasa jawabannya karena kondisi tersebut umumnya berkaitan dengan produksi asam lambung yang tetap berlangsung ketika lambung kosong, pola makan saat berbuka yang kurang tepat, dan kekurangan cairan yang memengaruhi proses pencernaan. Memahami faktor-faktor tersebut dapat membantu menjaga kesehatan lambung selama menjalani puasa sehingga rasa tidak nyaman pada perut dapat dicegah.
Referensi
"Digestive Problems That Frequently Happen During The Early Fasting". PBPEGI. Diakses Februari 2026.
"Fasting and Digestive Disorders". Cleveland Clinic Abu Dhabi. Diakses Februari 2026.
"How To Get Rid Of Stomach Pain While Fasting". Sahyadri Hospital. Diakses Februari 2026.