ilustrasi minum vitamin dan cairan ion (IDN Times/Mardya Shakti)
Dehidrasi ringan dapat mengubah suasana hati, tingkat energi, dan kemampuan seseorang untuk berpikir jernih, menurut dua penelitian yang baru-baru ini dilakukan di University of Connecticut’s Human Performance Laboratory, Amerika Serikat (AS).
Tim peneliti membagi dua kelompok, yaitu laki-laki dan perempuan. Usia rata-rata partisipan perempuan adalah 23 tahun, sementara pada laki-laki usia rata-ratanya adalah 20 tahun. Semua partisipan adalah individu sehat dan aktif, bukan atlet berperforma tinggi atau tidak aktif, yang biasanya berolahraga selama 30 hingga 60 menit per hari.
Setiap peserta mengikuti tiga evaluasi terpisah selama 28 hari. Semua peserta berjalan di atas treadmill untuk menginduksi dehidrasi, dan semua subjek terhidrasi pada malam hari sebelum evaluasi dimulai. Sebagai bagian dari evaluasi, para subjek menjalani serangkaian tes kognitif yang mengukur kewaspadaan, konsentrasi, waktu reaksi, pembelajaran, memori, dan penalaran. Hasilnya dibandingkan dengan serangkaian tes terpisah ketika individu tidak mengalami dehidrasi.
Dalam tes yang melibatkan perempuan, dehidrasi ringan menyebabkan sakit kepala, kelelahan, dan kesulitan berkonsentrasi. Temuan ini diterbitkan dalam The Journal of Nutrition pada Februari tahun 2011. Mereka juga menganggap tugas lebih sulit ketika sedikit mengalami dehidrasi, meskipun tidak ada penurunan substansial dalam kemampuan kognitif mereka.
Sementara pada tes yang melibatkan laki-laki muda, dehidrasi ringan menyebabkan beberapa kesulitan dengan tugas mental, terutama di bidang kewaspadaan dan memori kerja. Temuan di dipublikasikan dalam jurnal British Journal of Nutrition pada November 2011. Tercatat bahwa laki-laki muda juga mengalami kelelahan, ketegangan, dan kecemasan saat dehidrasi ringan, perubahan mood dan gejala yang merugikan secara substansial lebih besar pada perempuan daripada laki-laki, baik saat istirahat dan selama olahraga.