ilustrasi otot (pexels.com/nuttawan jayawan)
Ketika asupan berkurang terlalu jauh, tubuh mulai memecah jaringan lain selain lemak untuk memenuhi kebutuhan. Salah satu yang ikut berkurang adalah otot, yang merupakan bagian tubuh paling boros energi. Semakin sedikit otot kamu, semakin rendah energi yang terbakar bahkan saat istirahat. Inilah alasan kamu merasa berat badan tidak berubah meski porsi harian terasa makin kecil.
Kehilangan otot juga membuat kamu lebih cepat merasa lemah ketika beraktivitas termasuk berjalan atau menaiki tangga. Bila kamu mengabaikan asupan protein dan tidak bergerak cukup, tubuh akan makin kesulitan membakar energi. Pertahankan konsumsi protein setiap hari dan tetap bergerak supaya tubuh tidak kehilangan otot berharga. Dengan begitu penurunan berat badan bisa berjalan lebih efektif meskipun porsi tidak terlalu ekstrem.
Mengurangi makan memang bagian dari perjalanan menurunkan berat badan, tetapi tubuh memerlukan zat gizi serta pilihan menu tepat agar usaha tidak berakhir stagnan. Oleh sebab itu, makan porsi kecil belum tentu bikin kurus. Tetaplah isi makanan hingga kecukupan nutrisi memberikan pengaruh lebih nyata daripada sekadar memperkecil setiap suapan. Jadi menurut kamu, apakah mengurangi porsi saja sudah cukup untuk mengurangi berat badan ke arah yang kamu harapkan?
Referensi:
"Why you shouldn’t skip meals to lose weight" BSW Health. Diakses pada Januari 2026
"Food Portions: Choosing Just Enough for You" NIH. Diakses pada Januari 2026
"Is it better to eat several small meals or fewer larger ones?" Medical News Today. Diakses pada Januari 2026