ilustrasi mandi (pexels.com/IvanOboleninov)
Tidak mandi beberapa hari terdengar jorok? Memang. Akan tetapi, bagaimana efeknya terhadap kesehatan, terutama kesehatan kulit? Dokter kulit dari Riverchase Dermatology di Miami, Amerika Serikat, Annie Gonzalez, MD., memperingatkan risiko untuk mereka yang jarang mandi.
Menurut Annie, tidak mandi membuat kotoran dan keringat menumpuk. Dengan kata lain, tidak mandi dapat menimbulkan bau badan, jerawat di wajah dan badan, penumpukan sel kulit mati, infeksi jamur, dan rambut berminyak.
“Jarang mandi juga dapat meningkatkan kemungkinan sakit,” kata Annie, mengutip The Healthy.
ilustrasi shower. (pexels.com/Pixabay)
Tunggu dulu, melewatkan jam mandi pun sebenarnya tidak masalah kalau dilakukan sesekali. Lagi pula, terlalu bersih dan sering mandi layaknya clean freak dan germaphobe juga tidak baik untuk kesehatan secara keseluruhan. Tetaplah berpegang pada prinsip bahwa apa pun yang berlebihan itu tidak baik.
Namun, yang tetap menjadi dilema adalah frekuensi dari mandi itu sendiri. Semua orang memiliki frekuensi mandi yang berbeda, dan tidak bisa dipukul rata. Jadi, dalam menentukan berapa kali kita harus mandi, apa saja yang harus dipertimbangkan?