Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Manfaat Minum Air Hangat saat Sahur, Puasa Ramadan Lebih Lancar?
ilustrasi minum air hangat saat sahur (pexels.com/ Thirdman)
  • Minum air hangat saat sahur membantu sistem pencernaan bekerja lebih optimal, memudahkan penyerapan nutrisi, dan menjaga kenyamanan lambung selama berpuasa.
  • Kebiasaan ini mendukung hidrasi tubuh dengan lebih baik, mencegah dehidrasi, serta menjaga fokus dan stamina sepanjang hari puasa.
  • Air hangat juga melancarkan peredaran darah, mengurangi rasa kembung, dan membantu tubuh lebih siap menghadapi aktivitas seharian saat berpuasa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Mempertahankan kondisi tubuh agar tetap prima selama Ramadan menjadi perhatian banyak orang, terutama saat harus berpuasa sepanjang hari. Salah satu langkah sederhana yang kerap disarankan adalah mengonsumsi air hangat saat sahur sebelum imsak tiba. Walau terdengar sederhana, kebiasaan minum air hangat saat sahur diyakini memberikan beragam manfaat bagi tubuh, mulai dari mendukung kerja pencernaan hingga membantu menjaga keseimbangan cairan dengan lebih baik.

Suhu hangat pada air juga dinilai lebih nyaman di lambung, terutama ketika perut masih kosong di pagi hari. Tak heran, banyak orang mulai menjadikan kebiasaan ini sebagai bagian dari rutinitas sahur sehat agar puasa terasa lebih lancar dan tidak mudah lemas. Lalu, apa saja sebenarnya manfaat minum air hangat saat sahur untuk tubuh? Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

1. Membantu sistem pencernaan bekerja lebih optimal

ilustrasi minum segelas air (freepik.com/freepik)

Minum air hangat saat sahur dapat membantu merangsang sistem pencernaan agar lebih siap menerima makanan setelah semalaman beristirahat. Suhu hangat pada air membantu melemaskan otot-otot saluran cerna sehingga proses pencernaan berlangsung lebih lancar. Kondisi ini penting karena makanan sahur akan menjadi sumber energi utama selama berpuasa.

Sistem pencernaan yang bekerja dengan baik juga membantu proses penyerapan zat gizi secara lebih efektif. Dengan begitu, tubuh dapat mengolah karbohidrat, protein, dan lemak menjadi sumber energi yang optimal sepanjang hari. Rutinitas sederhana ini dapat menjadi langkah awal untuk menjalani puasa dengan lebih nyaman tanpa keluhan pada lambung.

2. Membantu menjaga hidrasi tubuh lebih baik

ilustrasi minum air putih untuk menjaga hidrasi tubuh (pexels.com/Thirdman)

Saat sahur, tubuh membutuhkan asupan cairan yang cukup untuk mencegah dehidrasi selama puasa. Minum air hangat saat sahur dapat membantu tubuh menyerap cairan dengan lebih nyaman, terutama ketika perut masih kosong. Air hangat cenderung terasa lebih ringan di lambung dibandingkan air yang terlalu dingin.

Hidrasi yang baik berperan penting dalam mempertahankan fokus, stamina, dan ketahanan tubuh sepanjang hari. Saat tubuh mengalami dehidrasi, risiko munculnya rasa lelah, sakit kepala, hingga penurunan konsentrasi akan meningkat. Oleh sebab itu, memastikan asupan cairan terpenuhi sejak waktu sahur menjadi langkah penting agar puasa berjalan lebih nyaman dan optimal.

3. Membantu melancarkan peredaran darah

ilustrasi air putih (unsplash.com/engin akyurt)

Air hangat dapat membantu memperlancar sirkulasi darah karena efeknya yang melebarkan pembuluh darah secara ringan. Peredaran darah yang lancar membuat distribusi oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh menjadi lebih optimal. Kondisi ini turut mendukung performa tubuh selama beraktivitas meski sedang berpuasa.

Di samping itu, aliran darah yang lancar turut berperan dalam mempertahankan suhu tubuh agar tetap seimbang. Ketika fungsi tubuh berjalan lebih optimal, kemungkinan munculnya rasa cepat lelah pun dapat diminimalkan. Rutin mengonsumsi air hangat saat sahur pun dapat dijadikan salah satu langkah sederhana untuk mendukung gaya hidup sehat selama Ramadan.

4. Mengurangi risiko perut kembung dan tidak nyaman

ilustrasi perut kembung (freepik.com/katemangostar)

Sebagian orang sering merasakan perut terasa begah setelah sahur, terutama ketika makan terburu-buru atau menyantap hidangan tinggi lemak. Kebiasaan minum air hangat saat sahur dapat membantu mengurangi sensasi penuh dan kurang nyaman pada area perut. Temperatur hangat pada air membantu membuat otot-otot saluran pencernaan lebih rileks sehingga gas dalam perut lebih mudah terlepas.

Hal ini membuat perut terasa lebih ringan saat memulai puasa. Rasa nyaman pada lambung tentu berpengaruh pada kualitas ibadah dan aktivitas harian. Dengan pencernaan yang lebih stabil, puasa pun bisa dijalani tanpa gangguan berarti.

5. Membantu tubuh lebih siap berpuasa seharian

ilustrasi menjalankan ibadah puasa (pexels.com/Thirdman)

Sahur tidak sekadar mengisi perut, tetapi juga mempersiapkan tubuh menghadapi perubahan pola makan. Minum air hangat saat sahur bisa menjadi sinyal lembut bagi tubuh bahwa aktivitas metabolisme akan segera meningkat. Kebiasaan ini membantu tubuh beradaptasi sebelum memasuki periode tanpa asupan makanan dan minuman.

Di samping itu, air hangat menghadirkan rasa hangat yang menenangkan sehingga tubuh terasa lebih santai. Saat tubuh berada dalam kondisi rileks dan kebutuhan cairannya terpenuhi dengan baik, stamina pun cenderung lebih terjaga sepanjang hari. Dengan persiapan yang matang sejak waktu sahur, ibadah puasa bisa dijalani secara lebih maksimal tanpa banyak keluhan.

Meski terdengar sederhana, kebiasaan minum air hangat saat sahur bisa memberi dampak positif bagi kenyamanan dan stamina selama puasa. Kuncinya, tetap imbangi dengan asupan makanan bergizi dan cairan yang cukup agar tubuh tetap fit seharian. Yuk, mulai terapkan kebiasaan kecil ini sejak sahur besok supaya puasamu makin lancar dan bebas lemas!

Referensi

“The effects of water temperature on gastric motility and energy intake in healthy young men.” European Journal of Nutrition. Diakses Februari 2026.

“The Effectiveness of Warm Water Therapy for Constipation.” International Scholars Conference Proceedings. Diakses Februari 2026.

“Drinking warm water: What you should know.” Northside Hospital Health Insights. Diakses Februari 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team