ilustrasi kuah opor (commons.wikimedia.org/Midori)
Banyak orang memanaskan opor sampai mendidih lama agar terasa lebih enak. Cara ini justru membuat kandungan lemak semakin dominan. Semakin lama dipanaskan, semakin berat efeknya ke tubuh. Apalagi jika dilakukan berkali-kali.
Lebih baik memanaskan secukupnya dan tidak berulang kali. Ambil porsi sesuai kebutuhan, lalu panaskan sekali saja. Cara ini membantu mengurangi penumpukan lemak yang tidak perlu. Tubuh pun tidak terlalu terbebani setelah makan.
Makanan Lebaran tetap bisa dinikmati tanpa rasa khawatir jika cara mengolah dan memanaskannya diperhatikan dengan baik. Opor ayam yang dipanaskan ulang memang terasa lebih nikmat, tetapi juga membawa perubahan pada kandungan lemaknya. Memahami hal ini bisa membantu menjaga tubuh tetap nyaman selama Lebaran. Jadi, masih ingin menghangatkan opor berkali-kali tanpa pikir panjang?
Referensi
"Lipid oxidation induced by heating in chicken meat and the relationship with oxidants and antioxidant enzymes activities" ELSEVIER. Diakses pada Maret 2026
"How To Lower Cholesterol After Eating Opor Which Is Warmed Several Times" VOI. Diakses pada Maret 2026
"The dangers of fatty foods excessive consumption during Eid al-Fitr" UNAIR. Diakses pada Maret 2026