Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Momen Lebaran yang Diam-Diam Bikin Kesehatanmu Turun Drastis
ilustrasi Lebaran (pexels.com/RDNE Stock project)
  • Makan tinggi lemak berlebihan bikin pencernaan berat dan energi cepat turun.

  • Pola makan berantakan dan karbohidrat sederhana memicu gula darah naik turun drastis.

  • Kurang minum, kurang tidur, dan minim gerak bikin tubuh lemas dan metabolisme melambat.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Momen Lebaran sering dipenuhi makanan khas, jadwal makan yang berubah, dan aktivitas yang padat sejak pagi hingga malam. Tanpa disadari, kebiasaan kecil selama Lebaran justru dapat memicu penurunan kondisi tubuh secara cukup signifikan. Perubahan ini tidak selalu terasa langsung, tetapi bisa muncul beberapa hari setelah perayaan berakhir. Berikut beberapa situasi yang sering terjadi saat Lebaran dan berpotensi menurunkan kondisi tubuh.

1. Konsumsi makanan tinggi lemak meningkatkan beban pencernaan

ilustrasi rendang (commons.wikimedia.org/GeeJo)

Hidangan Lebaran identik dengan santan, daging berlemak, dan olahan yang digoreng berulang kali. Ketika dikonsumsi dalam jumlah besar dalam waktu singkat, sistem pencernaan bekerja lebih keras dari biasanya. Lambung memerlukan waktu lebih lama untuk mengolah makanan berlemak sehingga muncul rasa begah, mual, bahkan nyeri ulu hati.

Selain itu, lemak jenuh dalam jumlah tinggi dapat memperlambat pengosongan lambung dan memicu naiknya asam lambung. Kondisi ini sering tidak disadari karena dianggap wajar setelah makan besar. Jika terus terjadi selama beberapa hari, tubuh bisa mengalami penurunan energi akibat proses cerna yang tidak optimal.

2. Pola makan tidak teratur memicu lonjakan gula darah

ilustrasi makanan Lebaran (vecteezy.com/swastika adi nugraha)

Selama Lebaran, jadwal makan sering berubah karena mengikuti waktu bertamu atau menyambut tamu. Tubuh yang terbiasa makan teratur tiba-tiba harus menerima asupan dalam jeda waktu yang tidak konsisten. Kondisi ini dapat menyebabkan lonjakan gula darah, terutama jika makanan yang dikonsumsi tinggi karbohidrat sederhana, seperti kue manis.

Lonjakan ini biasanya diikuti penurunan cepat yang membuat tubuh terasa lemas dan mudah lapar kembali. Akibatnya, keinginan makan meningkat meski kebutuhan energi sebenarnya sudah cukup. Jika terjadi berulang, tubuh menjadi cepat lelah dan sulit menjaga keseimbangan energi sepanjang hari.

3. Kurang minum air putih mengganggu fungsi tubuh

ilustrasi minum (unsplash.com/engin akyurt)

Kesibukan selama Lebaran sering membuat asupan air putih terabaikan. Banyak orang lebih memilih minuman manis, seperti sirop atau soda, tanpa memperhatikan kebutuhan cairan tubuh. Padahal, tubuh tetap membutuhkan air untuk menjaga fungsi organ tetap berjalan dengan baik.

Kekurangan cairan dapat menyebabkan tubuh terasa lemas, pusing, dan menurunkan konsentrasi. Selain itu, proses metabolisme juga ikut melambat karena cairan berperan penting dalam distribusi nutrisi. Kondisi ini sering dianggap sepele, padahal dampaknya cukup terasa setelah beberapa hari.

4. Kurang tidur memperlambat pemulihan tubuh

ilustrasi kurang tidur (pexels.com/cottonbro studio)

Aktivitas Lebaran sering berlangsung hingga larut malam, mulai dari berkumpul hingga perjalanan jauh. Waktu tidur yang berkurang membuat tubuh tidak memiliki cukup kesempatan untuk memulihkan diri. Hal ini berpengaruh langsung pada daya tahan tubuh yang menjadi lebih rentan.

Kurang tidur juga dapat memengaruhi fungsi hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang. Akibatnya, nafsu makan meningkat, terutama terhadap makanan tinggi gula dan lemak. Kombinasi ini membuat tubuh semakin cepat mengalami penurunan kondisi tanpa disadari.

5. Aktivitas fisik berkurang memperlambat metabolisme

ilustrasi Lebaran (pexels.com/Wahyu Prabowo)

Selama Lebaran, sebagian besar waktu dihabiskan untuk duduk, makan, dan berbincang. Aktivitas fisik yang biasanya dilakukan sehari-hari menjadi berkurang drastis. Padahal, tubuh tetap membutuhkan gerak untuk membantu proses pembakaran energi.

Ketika asupan makanan meningkat, tetapi aktivitas menurun, kelebihan energi akan disimpan dalam tubuh. Hal ini dapat menyebabkan rasa berat, cepat lelah, dan penurunan kebugaran. Dalam jangka pendek, kondisi ini membuat tubuh terasa kurang bertenaga meski asupan makanan berlimpah.

Lebaran memang identik dengan kebersamaan dan hidangan melimpah, tetapi kondisi tubuh tetap perlu dijaga agar tidak mengalami penurunan. Kebiasaan kecil yang terlihat wajar ternyata bisa berdampak cukup besar jika terjadi terus-menerus. Sudahkah kebiasaan selama Lebaran diperhatikan agar tubuh tetap fit setelah perayaan usai?

Referensi
"Celebrating Smart: Maintain Your Health Habits During Eid al-Fitr". AccessNetHealth. Diakses Maret 2026.
"Eid-al-Fitr festivity and Ramadan fasting attitude among individuals with diabetes from Saudi Arabia and Pakistan: a cross-sectional study". BMJ Open. Diakses Maret 2026.
"Tips to Stay Healthy During Eid". Kemenkes. Diakses Maret 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorYudha ‎