Comscore Tracker

5 Dampak Berbahaya Baby Walker, Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Sebaiknya jangan biasakan anak memakainya

Baby walker dikenal sebagai alat bantu berjalan bagi bayi berusia 4 hingga 12 bulan yang cukup populer. Bahkan sebuah studi literatur yang terbit dalam Iranian Journal of Child Neurology pada 2017 menyebutkan, 50 hingga 77 persen orangtua tercatat menggunakan alat ini untuk anaknya. 

Namun di tengah popularitasnya, alat ini menuai kontroversi sebab dikhawatirkan memberi dampak berbahaya bagi anak. Dilansir Harvard Health Publishing, penjualan alat ini bahkan dilarang di Kanada. Lantas, apa saja bahaya yang ditimbulkan dari baby walker? Simak informasinya berikut ini.

1. Rentan mengalami cedera

5 Dampak Berbahaya Baby Walker, Ganggu Tumbuh Kembang Anakilustrasi anak menggunakan baby walker (unsplash.com/Jimmy Conover)

Sebuah studi dalam jurnal American Academy Pediatrics pada 2018 melaporkan, dalam rentang tahun 1998 hingga 2014, lebih dari 230 ribu anak berusia kurang dari 15 bulan di Amerika Serikat dilarikan ke US Emergency Department. Alasannya cukup mengejutkan,m yaitu cedera yang berkaitan dengan baby walker

Mayoritas cedera terjadi ketika anak-anak jatuh dari tangga ketika berada di dalam baby walker. Sebanyak 9 dari 10 anak mengalami cedera di leher dan kepala, bahkan beberapa di antaranya bahkan mengalami cedera yang serius.

2. Memudahkan anak mengambil benda-benda berbahaya

5 Dampak Berbahaya Baby Walker, Ganggu Tumbuh Kembang Anakilustrasi anak mengambil benda di hadapannya (freepik.com/user18526052)

Karena bisa berdiri dengan tegak dengan baby walker, anak mampu menjangkau benda-benda yang awalnya terletak lebih tinggi. Ia bisa saja mengambil benda yang membahayakan keselamatannya. Sebagai contoh, minuman panas, benda tajam seperti gunting, dan lain sebagainya.

Bahkan jika tidak diawasi dengan baik, si kecil bukan tak mungkin pergi ke area terlarang seperti dapur yang dipenuhi dengan benda-benda berbahaya. Alhasil, risikonya mengalami cedera semakin meningkat.

Baca Juga: Haruskah Membedong Bayi agar Kaki Bayi Tidak Bengkok?

3. Mengganggu perkembangan motorik anak

5 Dampak Berbahaya Baby Walker, Ganggu Tumbuh Kembang Anakilustrasi anak belajar merangkak (unsplash.com/@picsea)

Baby walker telah lama dipercaya dapat meningkatkan kemampuan motorik anak dan membantunya belajar berjalan dengan lebih cepat. Namun faktanya tidak demikian. Mengutip Parents, penggunaan baby walker justru dapat memperlambat perkembangan motorik anak.

Alat ini diketahui mengganggu proses pembelajaran anak secara alami. Menghabiskan waktu dengan duduk di baby walker dapat membatasi gerak anak sehingga ia tak bisa mengeksplorasi kegiatan lain seperti merangkak. Akibatnya, kemampuan motorik anak terhambat.

4. Membuat anak lebih lambat belajar berjalan

5 Dampak Berbahaya Baby Walker, Ganggu Tumbuh Kembang Anakilustrasi bayi belajar berjalan (unsplash.com/smartdicson)

Sebelumnya telah dijelaskan bahwa alat ini mengganggu perkembangan motorik anak. Salah satu manifestasinya terlihat pada proses belajar berjalan anak. Walau dipercaya dapat membantunya belajar, tetapi alat ini justru memberikan efek sebaliknya.

Studi dalam Iranian Journal of Child Neurology pada 2017 mencoba membuat hipotesis atas fenomena ini. Baby walker diduga mengurangi keinginan anak untuk belajar berjalan karena terbiasa menggunakan alat yang memudahkannya berpindah ke satu tempat ke tempat lainnya.

5. Membuat anak kesulitan menjaga keseimbangan

5 Dampak Berbahaya Baby Walker, Ganggu Tumbuh Kembang Anakilustrasi anak menggunakan baby walker (pexels.com/Keira Burton)

Keseimbangan dan kemampuan mengontrol postur tubuh mulai aktif sejak anak berusia 6 bulan. Banyak faktor yang memengaruhinya, mulai dari riwayat genetik, ras atau etnis, dan pola makan. Namun sebuah studi dalam jurnal Turkish Archives of Pediatrics pada 2021 menjelaskan, penggunaan baby walker juga memaikan peran dalam hal ini.

Studi tersebut melaporkan, skor keseimbangan anak yang menggunakan baby walker bernilai lebih rendah dibandingkan anak-anak lain yang tidak menggunakannya. Penyebabnya diduga karena baby walker membuat anak terbiasa duduk dengan penyangga sehingga ia tak bisa melatih keseimbangannya.

Melihat dampak berbahaya akibat penggunaan baby walker, orangtua sebaiknya tidak memberikan alat ini untuk buah hati tercinta. Kalaupun terpaksa menggunakannya, selalu awasi anak dengan ketat dan jangan biarkan anak duduk terlalu lama di dalamnya. Bagaimanapun juga, keselamatan anak tetap harus jadi yang utama.

Baca Juga: Kasus Diare pada Anak, Kapan Harus Dibawa ke Rumah Sakit?

Nadhifa Aulia Arnesya Photo Verified Writer Nadhifa Aulia Arnesya

There's art in (art)icle. Hence, writing an article equals to creating an art.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Izza Namira

Berita Terkini Lainnya