ilustrasi maraton (pexels.com/RUN 4 FFWPU)
Gangguan metabolik berat seperti diabetes yang tidak stabil dapat menjadi kondisi yang berisiko jika seseorang mengikuti maraton. Saat berlari dalam jarak jauh, tubuh menggunakan banyak glukosa sebagai sumber energi utama. Menurut studi yang terbit dalam jurnal StatPearls Publishing pada 2025, aktivitas fisik intens dapat memicu ketidakseimbangan kadar gula darah, baik berupa hipoglikemia maupun hiperglikemia.
Hipoglikemia terjadi ketika gula darah turun terlalu rendah, sedangkan hiperglikemia terjadi ketika gula darah justru meningkat terlalu tinggi. Kondisi ini bisa muncul selama atau setelah aktivitas fisik yang berat dan berlangsung lama. Oleh sebab itu, penderita diabetes yang tidak stabil perlu pengawasan medis ketat sebelum melakukan olahraga intensitas tinggi seperti maraton.
Maraton merupakan salah satu aktivitas olahraga yang populer dan diikuti banyak orang. Namun, tidak semua orang memiliki kondisi kesehatan yang aman untuk menjalani aktivitas dengan intensitas setinggi ini. Jadi, sebelum mengikuti maraton, pastikan kondisi tubuh dan kesehatanmu sudah benar-benar siap, ya!
Referensi
“Is Long-Distance Running Good for the Heart?” American Heart Association. Diakses April 2026.
“Risk for Sudden Cardiac Death Associated with Marathon Running.” Journal of the American College of Cardiology. Diakses April 2026.
“Exercise-Induced Asthma - Symptoms & Causes.” Mayo Clinic. Diakses April 2026.
“Diabetes and Exercise.” StatPearls Publishing. Diakses April 2026.