Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kenapa Setelah Sahur Tenggorokan Terasa Lebih Kering? Ini Penyebabnya!
ilustrasi pria sedang minum karena merasa haus (pexels.com/www.kaboompics.com)
  • Tenggorokan terasa kering setelah sahur disebabkan menurunnya produksi air liur akibat tubuh kekurangan cairan selama puasa, membuat mukosa tenggorokan kehilangan kelembapan dan memicu rasa haus.
  • Konsumsi makanan tinggi garam atau natrium saat sahur dapat mengganggu keseimbangan cairan tubuh, menarik air keluar dari sel, dan menyebabkan tenggorokan cepat kering serta muncul sensasi haus.
  • Minuman berkafein seperti kopi atau teh memiliki efek diuretik yang mempercepat pengeluaran cairan tubuh, sehingga cadangan air berkurang dan tenggorokan terasa lebih cepat kering saat berpuasa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jika kamu sering merasa tenggorokan sudah mulai kering padahal waktu sahur belum lama berlalu, kamu tidak sendirian. Kondisi ini memang sering dialami banyak orang saat berpuasa dan bisa membuat aktivitas di pagi hari terasa kurang nyaman untuk dijalani. Padahal, setelah sahur seharusnya tubuh lebih segar dan siap untuk beraktivitas seharian.

Keadaan tersebut ternyata tidak terjadi tanpa alasan, lho. Ada banyak penjelasan yang melatakbelakangi munculnya rasa haus belum lama setelah jam sahur berakhir. Nah, penasaran apa penyebabnya? Yuk, baca penjelasan lengkapnya di bawah ini ya!

1. Produksi air liur menurun saat tubuh kekurangan cairan

ilustrasi wanita sedang minum karena haus (pexels.com/Kampus Production)

Saat melakukan ibadah puasa, tubuh memang tidak akan menerima asupan cairan selama berjam-jam. Kondisi ini menyebabkan kelenjar ludah secara alami mengurangi produksi saliva untuk menghemat cairan tubuh. Penelitian yang dilakukan oleh Syed (2025) menjelaskan bahwa kondisi dehidrasi bisa menurunkan aktivitas kelenjar saliva yang dapat menyebabkan mulut dan tenggorokan kehilangan kelembapannya.

Hal tersebut mengakibatkan jaringan mukosa di tenggorokan menjadi lebih kering dan sensitif, sehingga muncul sensasi haus, seret, atau tidak nyaman saat puasa. Ketika produksinya menurun, gesekan di tenggorokan akan meningkat dan otak secara otomatis menafsirkan kondisi ini sebagai sinyal haus, meskipun tubuh belum mengalami dehidrasi berat. Kondisi ini juga sering terjadi ketika kamu kurang mengonsumsi air putih saat sahur, kafein, atau langsung beraktivitas berat setelah makan sahur.

2. Terlalu banyak mengonsumsi makanan asin atau tinggi natrium saat sahur

ilustrasi menikmati nasi goreng saat sahur (pexels.com/Viridiana Rivera)

Beberapa makanan asin atau tinggi natrium seperti nasi goreng, mie instan, telur asin, hingga snack instan bercita rasa gurih memang sebaiknya tidak dikonsumsi saat sahur. Ini dikarenakan makanan tersebut bisa meningkatkan kadar natrium dalam darah secara signifikan. Ketika kadar natrium meningkat, keseimbangan cairan tubuh bisa terganggu karena natrium akan menarik air keluar dari sel untuk mempertahankan stabilitas konsentrasi cairan dalam tubuh.

Kondisi ini membuat beberapa organ tubuh termasuk tenggorokan akan kehilangan sebagian kelembapannya, sehingga terasa lebih kering dan memicu rasa haus. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Fereidoun et al (2007), adanya peningkatan osmolaritas darah akibat tingginya kadar natrium dalam tubuh akan mengaktifkan reseptor osmotik di otak yang bisa memicu sensasi haus sebagai mekanisme perlindungan tubuh. Inilah yang mengakibatkan timbulnya rasa haus dalam beberapa jam setelah menyantap hidangan sahur karena tubuh terus berusaha menyeimbangkan kembali kadar cairan dan natrium selama berpuasa.

3. Mengonsumsi minuman dengan kandungan kafein tinggi ketika sahur

ilustrasi perempuan minum kopi (pexels.com/Chait Goli)

Tak hanya mengonsumsi makanan tinggi garam, minuman berkafein tinggi seperti kopi atau teh yang dinikmati saat jam sahur juga dapat meningkatkan risiko tenggorokan terasa lebih cepat haus ketika berpuasa. Ini dikarenakan senyawa kafein memiliki efek diuretik ringan. Efek ini yang nantinya akan merangsang ginjal untuk memproduksi lebih banyak urine, sehingga tubuh akan kehilangan cairan lebih cepat dibandingkan orang yang hanya minum air putih saja saat sahur.

Kondisi ini akan membuat cadangan cairan tubuh yang seharusnya digunakan dan diolah selama puasa justru berkurang banyak sejak awal. Selain itu, kafein juga dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil pada sebagian orang, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah sedang hingga tinggi atau pada orang yang sensitif terhadap kafein. Oleh karena itu, tak heran jika tubuh lebih rentan mengalami dehidrasi dengan gejala mulut dan tenggorokanyang terasa lebih kering dari biasanya.

Dengan mengetahui beberapa alasan di atas, kamu bisa lebih bijak memilih makanan dan minuman yang akan dikonsumsi saat sahur agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik sepanjang hari. Perubahan sederhana seperti mengurangi garam, membatasi kafein, dan memperbanyak air putih juga dapat membantu menjaga kelembapan tenggorokan dan mencegah rasa haus berlebihan saat berpuasa.

Referensi:

Syed, S. (2025). Ramadan, fasting and oral health: an overview. British dental journal, 238(5), 298-299. Diakses 26 Februari 2026.

Why Do You Feel So Thirsty After Eating Salty Food? Science Has The Answer. NDTV Food. Diakses 26 Februari 2026.

Fereidoun, H., Bahram, A., Sadraddin, K. S., Abbass, A., & Pouria, H. (2007). Function of ADH and thirst mechanisms in the face of consuming salty water in male wistar rat. Pakistan Journal of Physiology, 3(1), 1-4. Diakses pada 26 Februari 2026.

Sunardi, D., Chandra, D. N., Medise, B. E., Friska, D., Manikam, N. R. M., Lestari, W., ... & Ulvie, Y. N. S. (2022). Assessment of water consumption during Ramadan intermittent fasting: Result from Indonesian cross-sectional study. Frontiers in Nutrition, 9, 922544. Diakses pada 26 Februari 2026.

Quantifying Thirst States After Dry Meal Consumption. University of Tsukuba. Diakses pada 26 Februari 2026.

Ramadan: How to prevent feeling thirsty, tired while fasting. Alarabiya English. Diakses pada 26 Februari 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team