Salah satu kelebihan utama treadmill adalah lingkungan latihan yang lebih terkontrol. Pelari bisa mengatur kecepatan, kemiringan, interval, hingga waktu pemulihan secara lebih presisi sesuai kebutuhan latihan.
Karena sabuk treadmill terus bergerak, tubuh juga dipaksa mempertahankan ritme tertentu. Hal ini membantu pelari beradaptasi dengan target pace secara lebih konsisten dibanding saat berlari di luar ruangan yang dipengaruhi banyak faktor seperti cuaca dan kondisi jalan.
Meski treadmill tidak bisa sepenuhnya meniru sensasi lari outdoor, tetapi beberapa penelitian menyebut mengatur incline sekitar 1 persen dapat membantu menciptakan pengalaman yang lebih mendekati lari di luar, terutama untuk mengimbangi kurangnya hambatan angin.
Selain itu, permukaan treadmill yang lebih empuk membuat benturan pada sendi lebih rendah. Ini menjadi keuntungan bagi pelari yang ingin mengurangi risiko cedera akibat benturan berulang atau tetap aktif berlari tanpa terlalu membebani lutut dan pergelangan kaki dalam jangka panjang.
Kesimpulannya, baik lari di aspal maupun treadmill memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Pilihan terbaik tergantung pada tujuan latihan, kondisi fisik, serta kenyamanan masing-masing individu. Mengombinasikan keduanya juga bisa menjadi cara ideal untuk mendapatkan manfaat kardio sekaligus mengurangi risiko cedera akibat latihan berulang.
Referensi
Singh, Gaurav, Gaurav Kushwah, Tanvi Singh, Rodrigo Ramírez-Campillo, and Rohit K. Thapa. “Effects of Six Weeks Outdoor Versus Treadmill Running on Physical Fitness and Body Composition in Recreationally Active Young Males: A Pilot Study.” PeerJ 10 (July 27, 2022): e13791.
“How effective is treadmill running vs. outside running?”. Runner’s World. Diakses pada Mei 2026.