Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Playlist Easy Run: Rekomendasi 50 Lagu biar Lari Makin Enjoy
ilustrasi easy run sambil mendengarkan musik (freepik.com/Drazen Zigic)
  • Easy run berfokus pada ritme santai untuk membangun fondasi aerobik, dan musik membantu menjaga kestabilan langkah tanpa tergoda meningkatkan kecepatan.

  • Musik dapat menurunkan persepsi lelah, meningkatkan mood, serta membantu sinkronisasi langkah melalui tempo atau BPM yang sesuai dengan cadence pelari.

  • Pemilihan lagu dengan BPM 120–140 cocok untuk easy run santai, playlist personal dari berbagai genre bisa meningkatkan motivasi dan konsistensi latihan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Artikel ini menampilkan bagaimana musik dapat mengubah sesi easy run menjadi pengalaman yang lebih menyenangkan dan efisien. Dengan memilih tempo lagu yang sesuai, pelari dapat menjaga ritme langkah, menurunkan rasa lelah, serta meningkatkan suasana hati. Pendekatan ini menunjukkan bahwa latihan ringan pun bisa terasa bermakna ketika dipadukan dengan elemen emosional seperti musik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Easy run sering dianggap sebagai sesi paling ringan dalam program latihan. Pace lebih santai, masih bisa diajak ngobrol, dan tujuannya bukan kecepatan, melainkan membangun fondasi aerobik. Namun, justru di sinilah tantangannya, yaitu menjaga ritme tetap stabil tanpa tergoda untuk terlalu cepat atau terlalu lambat.

Di tengah langkah repetitif, musik sering menjadi teman yang menentukan kualitas lari. Lagu yang tepat bisa membuat langkah terasa ringan, menjaga ritme tetap konsisten, dan bahkan membantu tubuh “lupa” pada rasa lelah. Sebaliknya, lagu yang terlalu cepat bisa membuat pace berantakan.

Alasan musik dapat mendukung easy run

  • Menurunkan persepsi lelah dan meningkatkan mood

Musik memiliki efek langsung pada sistem saraf dan emosi. Saat berlari, lagu yang familier atau menyenangkan dapat mengalihkan perhatian dari rasa lelah dan meningkatkan mood secara signifikan.

Penelitian menunjukkan bahwa musik dapat menurunkan rating of perceived exertion (RPE), yaitu seberapa berat seseorang merasa saat berolahraga. Artinya, tubuh bekerja sama, tetapi terasa lebih ringan.

Efek ini relevan untuk easy run. Karena intensitasnya rendah hingga sedang, musik bisa menjadi alat distraksi yang efektif tanpa mengganggu fokus teknik lari.

  • Membantu menjaga ritme dan cadence

Setiap pelari memiliki cadence alami, yaitu jumlah langkah per menit. Musik dengan BPM tertentu dapat membantu menyinkronkan langkah dengan ritme lagu, menciptakan gerakan yang lebih efisien.

Menurut penelitian, sinkronisasi gerakan dengan musik (auditory-motor synchronization) dapat meningkatkan efisiensi energi dan koordinasi.

Dalam easy run, tujuan utamanya adalah stabilitas. Musik dengan tempo yang terlalu cepat bisa meningkatkan cadence, membuat pace jadi lebih cepat tanpa disadari. Sebaliknya, tempo yang tepat membantu menjaga konsistensi.

  • Meningkatkan konsistensi latihan

Faktor psikologis sering menjadi penentu apakah seseorang konsisten berlari atau tidak. Musik membuat pengalaman lari terasa lebih menyenangkan, sehingga meningkatkan kemungkinan untuk kembali berlatih.

Studi menunjukkan bahwa musik yang dipilih sendiri memiliki efek motivasional yang lebih kuat dibandingkan mendengarkan musik secara acak. Ini berarti playlist personal dapat menjadi bagian dari strategi latihan jangka panjang.

BPM ideal untuk easy run

ilustrasi easy run sambil mendengarkan lagu (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Easy run biasanya berada pada intensitas 60–70 persen dari kapasitas maksimal. Dalam konteks musik, ini berarti memilih lagu dengan tempo sedang:

  • 120–140 BPM ideal untuk easy run santai.

  • 140–155 BPM lebih untuk batas atas, cocok untuk easy run yang sedikit progresif.

  • >155 BPM cenderung terlalu cepat untuk easy run.

Tempo musik memengaruhi kecepatan gerakan secara tidak sadar. Karena itu, memilih BPM yang sesuai menjadi kunci agar easy run tetap easy.

Rekomendasi 50 lagu untuk easy run dari berbagai genre

Pop/chill/easy listening

  • "As It Was" – Harry Styles (~124 BPM)

  • "Cruel Summer" – Taylor Swift (~128 BPM)

  • "Levitating" – Dua Lipa (~103 BPM)

  • "Affection" – Jinsang (~120 BPM)

  • "Golden Hour" – JVKE (~120 BPM)

  • "Sunroof" – Nicky Youre and dazy (~125 BPM)

  • "I Ain’t Worried" – OneRepublic (~140 BPM)

  • "Shivers" – Ed Sheeran (~141 BPM)

  • "Watermelon Sugar" – Harry Styles (~95 BPM)

  • "Love Again" – Dua Lipa (~115 BPM)


Indie/alternative

  • "Electric Feel" – MGMT (~98 BPM)

  • "Pumped Up Kicks" – Foster the People (~128 BPM)

  • "Dog Days Are Over" – Florence + The Machine (~150 BPM)

  • "Take a Walk" – Passion Pit (~115 BPM)

  • "Riptide" – Vance Joy (~101 BPM)

  • "Sit Next to Me" – Foster the People (~121 BPM)

  • "1901" – Phoenix (~150 BPM)

  • "Tongue Tied" – Grouplove (~106 BPM)

  • "Midnight City" – M83 (~105 BPM)

  • "Ho Hey" – The Lumineers (~80 BPM)


Throwback

  • "Billie Jean" – Michael Jackson (~117 BPM)

  • "Dancing Queen" – ABBA (~100 BPM)

  • "Take On Me" – a-ha (~169 BPM)

  • "Stayin’ Alive" – Bee Gees (~104 BPM)

  • "Don’t Stop Me Now" – Queen (~156 BPM)

  • "Sweet Dreams (Are Made of This)" – Eurythmics (~125 BPM)

  • "Africa" – Toto (~93 BPM)

  • "Wake Me Up Before You Go-Go" – Wham! (~160 BPM)

  • "Eye of the Tiger" – Survivor (~109 BPM)

  • "September" – Earth, Wind & Fire (~126 BPM)


EDM/upbeat

  • "Titanium" – David Guetta (~126 BPM)

  • "Wake Me Up" – Avicii (~124 BPM)

  • "Levels" – Avicii (~126 BPM)

  • "This Girl" – Kungs vs Cookin’ on 3 Burners (~124 BPM)

  • "Lean On" – Major Lazer & DJ Snake (~98 BPM)

  • "Closer" – The Chainsmokers (~95 BPM)

  • "Summer" – Calvin Harris (~128 BPM)

  • "Don’t You Worry Child" – Swedish House Mafia ft. John Martin (~129 BPM)

  • "Firestone" – Kygo (~105 BPM)

  • "I Took a Pill in Ibiza (Seeb Remix)" – Mike Posner (~102 BPM)


Hip-hop/R&B santai

  • "Lose Yourself"– Eminem (~171 BPM)

  • "God’s Plan" – Drake (~77 BPM)

  • "SICKO MODE" – Travis Scott (~155 BPM)

  • "HUMBLE."– Kendrick Lamar (~150 BPM)

  • "Sunflower"– Post Malone, Swae Lee (~90 BPM)

  • "Good Life" – Kanye West (~84 BPM)

  • "No Role Modelz" – J. Cole (~100 BPM)

  • "Alright" – Kendrick Lamar (~110 BPM)

  • "Circles" – Post Malone (~120 BPM)

  • "Passionfruit"– Drake (~112 BPM)

Easy run lebih berupa konsistensi dan fondasi. Musik bisa membuat proses ini terasa lebih ringan dan menyenangkan. Kalau kamu ada rekomendasi lain, share di kolom komentar, ya!

Referensi

Costas I. Karageorghis and David-Lee Priest, “Music in the Exercise Domain: A Review and Synthesis (Part I),” International Review of Sport and Exercise Psychology 5, no. 1 (December 7, 2011): 44–66, https://doi.org/10.1080/1750984x.2011.631026.

Costas I. Karageorghis and David-Lee Priest, “Music in the Exercise Domain: A Review and Synthesis (Part II),” International Review of Sport and Exercise Psychology 5, no. 1 (December 7, 2011): 67–84, https://doi.org/10.1080/1750984x.2011.631027.

Peter C. Terry et al., “Effects of Music in Exercise and Sport: A Meta-analytic Review.,” Psychological Bulletin 146, no. 2 (December 5, 2019): 91–117, https://doi.org/10.1037/bul0000216.

Matthew J. Stork et al., “Music Enhances Performance and Perceived Enjoyment of Sprint Interval Exercise,” Medicine & Science in Sports & Exercise 47, no. 5 (September 9, 2014): 1052–60, https://doi.org/10.1249/mss.0000000000000494.

Editorial Team